Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
AS-Venezuela Memanas, Ekonomi RI Aman
Harga Minyak, Inflasi Dan Nilai Rupiah Stabil
Minggu, 11 Januari 2026 06:45 WIB
Sebelumnya
“Venezuela kan sudah lama tidak terlalu aktif di pasar minyak dunia. Kapasitas produksinya juga terbatas,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Menurut Purbaya, potensi kekhawatiran pasar terhadap penurunan pasokan minyak bersifat jangka pendek. Hal ini seiring kebijakan AS yang kembali membuka izin pengeboran minyak, termasuk di Alaska.
“Kalau jangka pendek orang pikir suplai-nya turun. Tapi Amerika sudah izinkan drilling di Alaska, jadi tidak terlalu berpengaruh,” katanya.
Baca juga : DPP Keluarkan SK Kepengurusan, Gonjang Ganjing Golkar Jambi Sudah Berakhir
Dari sisi nilai tukar, Purbaya melihat peluang dampak cenderung positif bagi rupiah, mengingat posisi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak bersih.
“Rupiah harusnya positif. Kalau harga minyak turun, kita kan sekarang net importer, jadi nilai impor juga turun. Tapi kita mesti selalu menjaga kekuatan rupiah kita,” ujarnya.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal juga menilai, konflik AS dan Venezuela tidak terlalu berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia.
Baca juga : Rumuskan Empat Isu Strategis, GKSR Bukan Koalisi Hanya Kerja Sama Saja
“Lonjakan harga minyak akibat peristiwa di Venezuela ini tidak akan tinggi dan masih terbatas dalam jangka pendek,” kata Faisal kepada Rakyat Merdeka, Jumat (9/1/2026).
Faisal menjelaskan, meski Venezuela memiliki cadangan minyak yang besar, perannya dalam produksi dan ekspor global terus menurun, akibat manajemen yang buruk dan keterbatasan infrastruktur.
“Yang besar saat ini adalah cadangannya, bukan produksi dan ekspornya,” ucapnya.
Baca juga : Pegawai Pajak Di-OTT KPK, Menkeu Tak Akan Intervensi
Faisal membandingkan posisi Venezuela dengan Rusia yang memiliki nilai ekspor minyak jauh lebih besar. Pada 2024, nilai ekspor Rusia mencapai 122,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.060 triliun. Sementara Venezuela hanya sekitar 9,8 miliar dolar AS (Rp165 triliun). Bahkan, peringkat Venezuela sebagai eksportir minyak global merosot ke posisi ke-24 berdasarkan data Trade Map 2024.
“Dengan kondisi itu, konflik AS dan Venezuela tidak mengguncang pasar minyak global. Dampaknya ke ekonomi Indonesia sebagai importir minyak juga relatif rendah,” ungkap Faisal. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Minggu, 11 Januari 2026 dengan judul "AS-Venezuela Memanas, Ekonomi RI Aman Harga Minyak, Inflasi Dan Nilai Rupiah Stabil"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya