Dark/Light Mode

Tata Kelola Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 13 Januari 2026 06:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

 Sebelumnya 
Selain itu, Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta desa sebesar Rp 181,8 triliun, pertahanan Rp 424,8 triliun, dan investasi serta perdagangan Rp 57,7 triliun. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus didorong untuk memperkuat sektor industri dan UMKM.

Dalam menghadapi era ekonomi digital, Pemerintah telah menyusun Peta Jalan Kecerdasan Artifisial atau Artificial Intelligence (AI), menginisiasi ASEAN Digital Economic Framework Agreement, serta memperkuat kerja sama internasional.

Termasuk dalam proses aksesi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa atau European Union–Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA).

Baca juga : OJK Perkuat Sistem Keamanan Siber BPD

Pemerintah juga mendorong pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai game changer, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta perbaikan iklim investasi melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP).

Airlangga menuturkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah memberi perhatian khusus pada industri tekstil yang dinilai paling terbuka menghadapi dinamika perang dagang global.

“Karena itu Bapak Presiden minta agar dibuat langkah khusus. Kami sudah melakukan studi untuk mempertahankan industri tekstil di Indonesia. Dari hasil studi tersebut, Indonesia berpotensi menjadi 5 pemain besar tekstil dunia karena dari segi pertumbuhan, sektor tekstil ini selalu akan dibutuhkan,” jelasnya.

Baca juga : Saatnya Pemerintah Ambil Langkah Tegas Dan Terpadu

Dia menambahkan, Presiden telah menyetujui tahap awal pembentukan pendanaan insentif sektor tekstil guna melengkapi rantai nilai (value chain) industri tersebut dengan kebutuhan sekitar 6 miliar dolar AS atau setara Rp 101 triliun.

Presiden juga menyetujui rencana pembangunan kembali Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Danantara yang secara khusus menangani sektor tekstil.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah menargetkan peningkatan nilai ekspor tekstil dari sekitar 4 miliar dolar AS menjadi 40 miliar dolar AS dalam 10 tahun ke depan. Penyerapan tenaga kerja di sektor ini juga diharapkan meningkat dari sekitar 4 juta orang menjadi 6 juta orang. DIR

Baca juga : Barcelona Pertahankan Piala Super Spanyol, Xabi Alonso Sakit Hati

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 13 Januari 2026 dengan judul "Tata Kelola Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.