Dark/Light Mode

Beberkan Target Pengembangan Bisnis Ke Depan

InJourney Dukung Laju Perekonomian Daerah

Rabu, 21 Januari 2026 06:35 WIB
Komisaris Utama InJourney Iwan Setiawan (kedua dari kanan), Direktur Utama Maya Watono (kanan) Direktur SDM dan Digital Herdy Harman (tengah) dan anggota Pandawara Group Gilang Rahma (kiri) dan Agung Permana (kedua dari kiri) menekan tombol bersama sebagai komitmen berkelanjutan mengintegrasikan aviasi dengan pariwisata saat konferensi pers empat tahun InJourney di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Foto: Instagram/injourney.id)
Komisaris Utama InJourney Iwan Setiawan (kedua dari kanan), Direktur Utama Maya Watono (kanan) Direktur SDM dan Digital Herdy Harman (tengah) dan anggota Pandawara Group Gilang Rahma (kiri) dan Agung Permana (kedua dari kiri) menekan tombol bersama sebagai komitmen berkelanjutan mengintegrasikan aviasi dengan pariwisata saat konferensi pers empat tahun InJourney di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Foto: Instagram/injourney.id)

 Sebelumnya 
Direktur SDM (Sumber Daya Manusia) dan Digital InJourney Herdy Harman menambahkan, pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai kunci keberlanjutan transformasi. 

Saat ini, kata Herdy, kerangka pariwisata berkelanjutan InJourney ditopang dua pilar utama, yakni lingkungan (environment) dan sosial-ekonomi (socio-economic). 

Inisiatif yang dijalankan meliputi pemanfaatan energi terbarukan, elektrifikasi operasional, pengelolaan air dan limbah, serta rehabilitasi lingkungan. 

Baca juga : Petugas Rumah Pompa Diingatkan Selalu Siaga

Pemanfaatan energi surya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), imbuh Herdy, telah diterapkan di sembilan bandara utama dan menghasilkan 10.760 MWh (Mega Watt hour) energi terbarukan per tahun. 

“Program ini berpotensi menghindari emisi sebesar 9.860 ton CO2e (karbondioksia ekuivalen) per tahun. Atau setara dengan penyerapan karbon oleh sekitar 272 ribu pohon,” terang Herdy. 

Sejalan dengan transisi energi tersebut, InJourney telah mengoperasikan 716 unit kendaraan dan peralatan listrik, yang terdiri atas Ground Support Equipment (GSE), buggy car, minibus, golf cart, dan moda transportasi lainnya di berbagai destinasi pariwisata. 

Baca juga : Marseille Vs Liverpool, Duel Menuju 16 Besar

Sementara dalam pengelolaan limbah dan sumber daya air berbasis ekonomi sirkular, InJourney Group mencatat pengelolaan limbah padat mencapai 7.000 meter kubik, serta pemanfaatan air daur ulang sebesar 1.728.304 meter kubik. 

Sebagai upaya mitigasi perubahan iklim, InJourney juga menjalankan program penanaman 40.000 pohon mangrove di seluruh wilayah operasional, guna memperkuat ketahanan ekosistem pesisir. 

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama InJourney Iwan Setyawan menilai, tema peringatan empat tahun InJourney mencerminkan strategi holding dalam menghadirkan pengalaman pariwisata yang bernilai dan berkesan. 

Baca juga : Tanpa Ampun, Fajar/Fikri Libas Ganda Putra Taiwan

Melalui integrasi ekosistem pariwisata nasional, ia optimistis InJourney mampu menyatukan atraksi, aksesibilitas, dan amenitas secara terpadu. 

“Pariwisata tidak cukup hanya dikelola, tetapi harus dikaryakan untuk menciptakan pengalaman, memberi makna, dan meninggalkan dampak,” tegasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.