Dark/Light Mode

Pertamina Salurkan Hibah Teknologi Tepat Guna Untuk 100 UMK

Rabu, 21 Januari 2026 10:36 WIB
Foto: Pertamina
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina (Persero) menyalurkan hibah teknologi tepat guna senilai Rp900 juta kepada 100 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang tergabung dalam program Pertamina UMK Academy sebagai upaya mendorong UMK naik kelas dan meningkatkan daya saing usaha.

Sebanyak 100 UMK penerima manfaat tersebut terdiri atas 25 peserta kategori Champion dan 75 peserta Nominator dalam program UMK Academy. Hibah teknologi tepat guna diberikan untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi, efisiensi usaha, serta penguatan kemandirian UMK secara berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhamad Baron mengatakan, program Pertamina UMK Academy merupakan wujud nyata dukungan Pertamina terhadap agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita poin ketiga yang menekankan peningkatan lapangan kerja berkualitas, penguatan kewirausahaan, pengembangan industri kreatif, serta pembangunan infrastruktur.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Raih Peringkat ESG A Menuju Emisi Nol Bersih 2060

“Melalui pelatihan, pendampingan, dan hibah alat produksi yang tepat guna, kami berharap UMK binaan dapat tumbuh lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Baron dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026

Dari total nilai hibah tersebut, sebesar Rp555 juta telah direalisasikan, sementara sisanya akan disalurkan dan dituntaskan pada Januari 2026. Bantuan alat produksi diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha guna mendukung peningkatan kualitas produk, efisiensi proses produksi, serta pengembangan bisnis yang lebih terstruktur.

Selain bantuan peralatan, peserta UMK Academy juga memperoleh pembekalan ilmu bisnis dan pendampingan berkelanjutan sebagai fondasi penguatan ekosistem UMKM nasional.

Baca juga : Lewat Pusaka Artha, Pertagas Bawa Teknologi Migas Untuk Bersihkan Pipa Air Desa

Pertamina berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi UMKM binaan. “Kami berharap sinergi yang terbangun melalui Pertamina UMK Academy dapat terus berlanjut, sehingga UMKM Indonesia semakin naik kelas, berdaya saing, dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Baron.

Salah satu penerima manfaat, Melani Septina, pemilik usaha kerajinan sepatu bermerek NOBF asal Mojokerto, menerima hibah berupa mesin jahit, mesin seset, mesin press, dan mesin gauge. Bantuan tersebut membantu mengatasi keterbatasan produksi, terutama dalam pengembangan sampel produk yang sebelumnya terkendala ketersediaan alat.

“Dengan dukungan alat produksi dan pembekalan bisnis dari Pertamina, kami kini dapat mengembangkan produk lebih optimal, memiliki workshop dan mini store, serta membuka peluang kolaborasi dengan pengrajin sepatu di Mojokerto agar dapat tumbuh bersama dalam satu ekosistem usaha,” ujar Melani.

Baca juga : Pramono Siapkan 9 Waduk Baru di Jakarta Untuk Kurangi Risiko Banjir

Selain bantuan alat dan pendampingan, kesempatan mengikuti berbagai pameran yang difasilitasi Pertamina juga membuka akses pasar yang lebih luas serta memperkuat branding UMKM lokal.

Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong program-program yang berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Komitmen tersebut dijalankan melalui transformasi berkelanjutan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.