Dark/Light Mode

Lebih Tinggi Dari Angka Global

Purbaya Optimistis, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2026 Tembus 5,4 Persen

Selasa, 27 Januari 2026 18:21 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2026, Selasa (27/1/2026). (Foto: YouTube)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2026, Selasa (27/1/2026). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026 mencapai 5,4 persen. Angka ini meningkat dari pertumbuhan ekonomi keseluruhan pada tahun 2025, yang diperkirakan berada di sekitar 5,2 persen. 

"Pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat menjadi 5,4 persen," kata Purbaya dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2026, Selasa (27/1/2026).

Baca juga : Layanan Transaksi Digital BNI, Nonton Indonesia Masters 2026 Makin Praktis

Optimisme terhadap angka tersebut ditopang oleh kenaikan permintaan domestik, sejalan dengan berbagai sinergi kebijakan dari pemerintah dan lembaga anggota KSSK lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ekonomi Global 2026 Masih Dipengaruhi Tarif AS 

Purbaya juga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 masih akan dipengaruhi oleh dampak lanjutan kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) dan kerentanan rantai pasok global. Meskipun prospek perekonomian membaik, lantaran didorong oleh investasi di sektor teknologi - termasuk artificial intelligence (AI) - dan stimulus fiskal berupa pengurangan pajak.

Baca juga : Prabowo: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Akan Kejutkan Dunia

Sementara pertumbuhan ekonomi Jepang, China, dan India pada tahun 2026 diprakirakan melambat akibat pelemahan permintaan domestik dan ekspor.

"Dari pasar keuangan global, ruang penurunan advance rate berkurang, disertai masih tingginya yield US Treasury berjalan, dengan defisit fiskal AS yang masih besar," ujar Purbaya.

Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Bakal Tembus 6 Persen

Dalam World Economic Outlook (WEO) Januari 2026, Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3 persen pada tahun 2025 dan 2026, lebih tinggi dari proyeksi di bulan Oktober 2025. 

"Ketidakpastian pasar uang global juga meningkat, terutama dipicu oleh ketegangan perang dagang serta meluasnya eskalasi tensi politik," ujar Purbaya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.