Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pasar Modal Detox, Analis: Waktunya Beli Saham Fundamental
Senin, 2 Februari 2026 18:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait memastikan percepatan reformasi pasar modal Indonesia dilakukan secara menyeluruh guna memperkuat likuiditas, transparansi, serta menjaga kepercayaan investor.
Praktisi pasar modal sekaligus Co-Founder PasarDana Hans Kwee menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (2/2/2026) lebih bersifat selektif dan terkonsentrasi pada saham-saham tertentu.
“IHSG memang dibuka melemah di level 8.306, tetapi saham-saham dengan fundamental bagus justru menguat atau diakumulasi,” kata Hans dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Menurut Hans, tekanan pasar terutama terjadi pada saham-saham yang terdampak kebijakan lembaga pemeringkat global Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta langkah OJK dalam mempercepat reformasi integritas pasar modal.
Baca juga : Reformasi Pasar Modal, Ketua OJK Friderica Widyasari Siap Tancap Gas
Ia menilai pelaku pasar ritel tengah melakukan penyesuaian portofolio atau market detox dengan melepas saham-saham berisiko dan beralih ke saham berfundamental kuat. “Pelaku pasar ritel sebaiknya tidak panik dan justru memanfaatkan momentum ini untuk mengakumulasi saham-saham dengan fundamental yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menyiapkan delapan rencana aksi percepatan reformasi pasar modal.
“Kami berkomitmen melakukan reformasi yang bold dan ambisius di pasar modal Indonesia sesuai dengan praktik terbaik global dan ekspektasi global index provider,” kata Friderica dalam Dialog Pasar Modal di Main Hall BEI.
Ia menjelaskan delapan rencana aksi tersebut dikelompokkan ke dalam empat klaster, yakni kebijakan free float, transparansi, tata kelola dan penegakan hukum, serta sinergi antar-lembaga.
Baca juga : Pasar Murah Artha Graha Peduli Ringankan Beban Pedagang Kwitang
Rencana aksi pertama mencakup peningkatan batas minimum free float emiten menjadi 15 persen dari ketentuan sebelumnya sebesar 7,5 persen yang diterapkan secara bertahap. Untuk perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO), ketentuan tersebut akan langsung diberlakukan, sementara emiten lama diberikan masa transisi.
“Kebijakan ini dimaksudkan agar ketentuan free float di Indonesia selaras dengan standar global dan akan ditetapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujar Friderica yang akrab disapa Kiki.
Selain itu, OJK bersama pemerintah akan memperkuat peran investor institusi domestik serta memperluas basis investor, baik dalam negeri maupun asing, termasuk melalui penyesuaian limit investasi di sektor asuransi dan dana pensiun.
Pada klaster transparansi, OJK mendorong penguatan keterbukaan ultimate beneficial owner (UBO) dan afiliasi pemegang saham, serta peningkatan kualitas data kepemilikan saham agar lebih rinci dan andal sesuai praktik global.
Baca juga : Kampanye Hot Water Comfort Provided, Ariston Dukung Gaya Hidup Sehat dan Aktif
Untuk klaster tata kelola dan penegakan hukum, rencana aksi mencakup demutualisasi Bursa Efek Indonesia, penguatan penegakan hukum terhadap pelanggaran pasar modal, serta peningkatan tata kelola emiten melalui kewajiban pendidikan berkelanjutan bagi pengurus perusahaan.
Adapun klaster sinergi diarahkan pada pendalaman pasar secara terintegrasi melalui kerja sama OJK dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya, serta penguatan kolaborasi berkelanjutan dalam reformasi pasar modal.
OJK berharap percepatan reformasi tersebut dapat meningkatkan kredibilitas dan daya tarik pasar modal Indonesia, sekaligus mendukung pembiayaan jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya