Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dorong Praktik ESG di Industri Teknologi, GIS Raih Bronze Medal EcoVadis 2026
Selasa, 3 Februari 2026 10:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) kian menjadi tolok ukur penting dalam industri teknologi, seiring meningkatnya tuntutan transparansi dan keberlanjutan dari pelanggan global.
Dalam konteks tersebut, Global Infotech Solution (GIS) kembali mempertahankan penilaian keberlanjutan dari lembaga evaluasi internasional EcoVadis untuk tahun 2026.
Setelah sebelumnya memperoleh badge Committed pada 2025, di awal 2026 ini GIS berhasil meningkatkan peringkatnya ke kategori Bronze Medal, mencerminkan penguatan signifikan dalam kebijakan, proses, dan implementasi ESG di seluruh operasional perusahaan.
Pencapaian ini juga menempatkan GIS di jajaran 35 persen perusahaan terbaik dari lebih dari 1.000 organisasi yang dinilai oleh EcoVadis.
Baca juga : Dukung Transisi Energi, PGN LNG Regasifikasi 30 Kargo Pada 2026
Terdapat empat aspek utama yang menjadi kerangka utama EcoVadis dalam menilai kinerja keberlanjutan perusahaan secara menyeluruh, yakni Lingkungan, Ketenagakerjaan & Hak Asasi Manusia, Etika, serta Pengadaan Berkelanjutan.
Keberlanjutan penilaian ini mencerminkan konsistensi GIS dalam membangun tata kelola dan praktik operasional yang selaras dengan standar global.
“ESG kini bukan lagi diferensiasi, tetapi prasyarat untuk bisa bertahan dan dipercaya di industri teknologi. Bagi GIS, penilaian EcoVadis menjadi alat ukur untuk memastikan bahwa pertumbuhan bisnis kami berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Managing Director Global Infotech Solution, Amon Fernandes dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Ia menambahkan, hasil penilaian tersebut didukung fondasi keberlanjutan yang telah dicapai GIS sepanjang tahun 2025, termasuk penerapan kerangka ESG melalui berbagai kebijakan dan inisiatif internal, serta didukung oleh perolehan sertifikasi ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan) dan ISO 45001 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja).
Baca juga : Didukung Kebijakan Pemerintah, Industri Keramik Nasional Melesat Di 2025
Komitmen ini juga tercermin melalui pengakuan eksternal di bidang tanggung jawab sosial perusahaan, termasuk perolehan Top CSR Award 2025.
Sepanjang 2025 hingga memasuki tahun 2026, GIS memperkuat komitmen keberlanjutannya melalui berbagai inisiatif lintas organisasi, mulai dari peningkatan penggunaan kendaraan listrik oleh jajaran direksi, penerapan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI), pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove, hingga program pengelolaan dan daur ulang limbah operasional melalui GIS Recycling, serta GIS Scholarship.
Amon menambahkan, GIS juga mendorong efisiensi dan tanggung jawab operasional melalui ptimalisasi konsumsi energi, digitalisasi proses internal untuk mengurangi penggunaan kertas, hingga peningkatan standar keselamatan dan kesejahteraan karyawan, serta keterlibatan pemasok yang menerapkan prinsip pengadaan berkelanjutan.
Selain aspek operasional, GIS melanjutkan berbagai kontribusi sosial dan lingkungan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.
Baca juga : ModernCikande Industrial Estate Raih Penghargaan Properti Indonesia Award 2025
"Dengan keberlanjutan sebagai pilar utama strategi perusahaan, termasuk mempertahankan penilaian EcoVadis, GIS menegaskan posisinya di tengah industri teknologi Indonesia yang tengah beradaptasi dengan standar keberlanjutan global," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya