Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BSN Perkuat Ekosistem Perumahan Syariah, Developer Jadi Mitra Kunci Pertumbuhan
Minggu, 8 Februari 2026 19:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bank Syariah Nasional (BSN) menegaskan penguatan peran developer sebagai mitra utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan syariah melalui penyelenggaraan Developer Gathering 2026 di Bandung, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis perseroan dalam memperkuat kontribusi sektor properti terhadap pertumbuhan bisnis, sekaligus mendukung program perumahan nasional.
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, bahwa developer memiliki posisi krusial dalam mendorong ekspansi pembiayaan perumahan syariah yang berkelanjutan.
Karena itu, BSN secara khusus mengambil inisiatif untuk menjadikan developer sebagai mitra strategis utama melalui pendekatan kolaboratif yang lebih intensif.
“Developer adalah ujung tombak industri perumahan. Melalui Developer Gathering ini, kami ingin memperkuat kemitraan strategis sekaligus memberikan apresiasi kepada para developer yang selama ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis BSN,” kata Alex dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/2/2026).
Baca juga : Perkuat Kemitraan Strategis, BSN Lanjutkan Developer Gathering di Bandung
Dalam kegiatan yang dihadiri 79 developer mitra BSN di Jawa Barat tersebut, Alex memaparkan kinerja positif BSN sepanjang 2025. Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sekitar 20,51 persen dan pertumbuhan pembiayaan sekitar 25,02 persen secara tahunan (year-on-year).
“Capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi yang solid antara BSN dan para mitra developer. Sektor perumahan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan pembiayaan kami,” ujar Alex.
Hingga akhir 2025, BSN juga telah memperkuat jaringan layanan dengan 118 outlet perbankan, terdiri atas 36 kantor cabang dan 82 kantor cabang pembantu, serta didukung oleh 589 Kantor Layanan Syariah di berbagai wilayah Indonesia.
Alex menambahkan, Developer Gathering 2026 dilaksanakan di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang.
Keempat kota tersebut menjadi pilot project karena kontribusi pada wilayah tersebut cukup signifikan terhadap kinerja pembiayaan perumahan BSN.
Baca juga : Ketua-Wakil Ketua PN Depok Jadi Tersangka
“Empat kota ini memiliki volume transaksi, pertumbuhan proyek, dan kontribusi pembiayaan yang besar terhadap bisnis BSN. Dampaknya nyata, baik terhadap pertumbuhan pembiayaan konsumer maupun kualitas portofolio. Kemarin di Jakarta dan hari ini di kota Bandung", ujar Alex.
Ke depan, BSN memastikan program Developer Gathering akan terus dilanjutkan dan diperluas ke kota-kota lain sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara end-to-end, mulai dari pembiayaan lahan, konstruksi, hingga kepemilikan rumah oleh masyarakat.
Sementara itu, Direktur Consumer Banking BSN Mochamad Yut Penta mengatakan, hingga 2025, 98 persen portofolio pembiayaan BSN berada di sektor perumahan, mencerminkan spesialisasi bank syariah ini di sektor properti riil.
Dari total portofolio tersebut, 63 persen disalurkan melalui produk KPR subsidi, 31 persen KPR nonsubsidi, dan 4 persen pembiayaan konstruksi.
"Selama lebih dari 20 tahun beroperasi, BSN telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450.000 nasabah, baik di segmen konsumer maupun komersial," ujar Penta.
Baca juga : Pemerintah Kelola Risiko Mesin Pertumbuhan Digas
Kontribusi BSN terhadap program strategis pemerintah di sektor perumahan juga tercermin dari penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Pada 2025, realisasi FLPP nasional mencapai 278.868 unit, dengan BTN Group—yang terdiri dari BTN dan BSN—menguasai hampir 70 persen pangsa penyaluran secara nasional.
SEVP, Chief of Commercial Banking BSN, Maqin U Norhadi mengatakan, pembiayaan komersial BSN terus mengalami peningkatan seiring akselerasi signifikan ekspansi bisnis perseroan.
Selain itu, Maqin mengatakan, segmen pembiayaan komersial lain juga mencatatkan lonjakan yang mencerminkan strategi penyesuaian portofolio BSN dalam memperluas pembiayaan sektor produktif sekaligus menjaga keseimbangan risiko di tengah dinamika dunia usaha.
"Total realisasi pembiayaan komersial periode 2020–2025 sebesar Rp12,39 triliun. Dengan rincian Yasa Griya sebesar 7,93 triliun (64 persen) dan Non Yasa Griya sebesar 4,45 triliun (36 persen)," pungkas Maqin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya