Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
MBG Tembus 60 Juta Penerima, Prabowo: Ekonomi RI Bangkit Dari Bawah
Jumat, 13 Februari 2026 16:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perekonomian rakyat. Hingga kini, sebanyak 60,2 juta orang tercatat sebagai penerima manfaat program tersebut.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam lanjutan pidatonya pada Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
“Hari ini kita sudah memberi makan 60,2 juta penerima manfaat. Anak-anak, ibu hamil, dan lansia yang hidup sendiri. Artinya, setiap hari kita memberi makan setara penduduk negara Afrika Selatan,” ujar Prabowo.
Menurutnya, program tersebut bukan hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi dari lapisan paling bawah. Ia menyebut para kepala daerah melaporkan tren penurunan kemiskinan, turunnya pengangguran terbuka, serta meningkatnya jumlah masyarakat bekerja.
Baca juga : Prabowo: Kita Harus Berani, Ekonomi RI Tak Boleh Lagi Didikte
Sejauh ini, pemerintah telah memproduksi dan mendistribusikan sekitar 4,5 miliar porsi makanan. Dari jumlah tersebut, tercatat sekitar 28 ribu penerima mengalami gangguan kesehatan ringan. Namun, Prabowo menilai angka itu sangat kecil dibanding total distribusi.
“Kita tentu ingin zero error. Tapi secara statistik, ini sangat kecil. Ini prestasi dari sisi manajemen dan logistik,” katanya.
Saat ini lebih dari 23 ribu dapur MBG telah beroperasi. Pada tahap penuh, program ini ditargetkan menjangkau lebih dari 82 juta penerima manfaat dengan dukungan lebih dari 30 ribu dapur.
Setiap dapur mempekerjakan sekitar 50 orang. Pemerintah memperkirakan program ini telah menyerap lebih dari satu juta tenaga kerja, dan ke depan berpotensi mencapai 1,5 juta pekerja.
Baca juga : Ikhtiar Membangun Bangsa, Gerindra Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya
Selain itu, setiap dapur melibatkan 5 hingga 10 pemasok yang bekerja sama dengan petani sayur, peternak, dan nelayan. Dengan adanya pasar yang pasti, aktivitas ekonomi desa dinilai semakin hidup.
“Dari bawah inilah ekonomi Indonesia akan bangkit menjadi ekonomi yang dinamis,” tegas Prabowo.
Tak hanya itu, pemerintah juga menggulirkan program pembangunan desa nelayan. Pada 2026 ditargetkan 1.000 desa nelayan dibangun, dan dalam empat tahun totalnya mencapai 5.000 desa.
Di setiap desa akan dibangun pabrik es, cold storage, dermaga, serta disediakan kapal dan fasilitas pendukung lainnya. Seluruhnya dikelola dalam sistem koperasi. “Ini bukan hand out. Ini ekonomi produktif. Pembiayaan akan dikembalikan dengan skema ringan, bisa di atas 10 tahun,” kata Prabowo.
Baca juga : Menembus Kampung Terdampak, Dokter TNI Bantu Warga Bangkit Pascabencana
Pemerintah juga mempercepat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Saat ini hampir 30 ribu koperasi telah berdiri atau dalam tahap pendirian. Setiap koperasi akan dilengkapi gudang, cold storage, apotek obat generik murah, klinik desa, hingga layanan pembiayaan ultra mikro dengan bunga rendah.
Prabowo optimistis langkah-langkah tersebut akan memperkuat fondasi ekonomi nasional dan memastikan pertumbuhan benar-benar berpihak pada rakyat kecil.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya