Dark/Light Mode

Pertamina-GAPULIMGI Bangun Ekosistem Nasional Minyak Jelantah

Senin, 16 Februari 2026 09:38 WIB
Foto: Pertamina
Foto: Pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertamina bersama GAPULIMGI (Gabungan Pengusaha Limbah Minyak Goreng Indonesia) memperkuat kolaborasi strategis untuk membangun ekosistem nasional pengelolaan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) yang berkelanjutan.

Kerja sama ini menempatkan masyarakat sebagai aktor kunci dalam rantai pasok bahan baku energi hijau, khususnya untuk mendukung pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Ketua Asosiasi GAPULIMGI Tommy Lim menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Pertamina menjadi langkah strategis dalam mempercepat terbentuknya ekosistem UCO yang terstruktur dan berstandar nasional.

“Kolaborasi dengan Pertamina ini tidak hanya memperkuat rantai pasok, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi pelaku pengumpulan, UMKM, dan masyarakat,” ujar Tommy Lim.

Baca juga : Persija-Pelita Jaya Berkolaborasi, Bangun Ekosistem Olahraga Berkelanjutan

Menurut dia, keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama dalam membangun rantai pasok UCO nasional. Lebih dari 60 persen konsumsi minyak goreng nasional berasal dari sektor rumah tangga dan UMKM, sehingga volume terbesar minyak jelantah berada di tingkat masyarakat.

“Tanpa partisipasi aktif masyarakat, rantai pasok UCO nasional tidak akan optimal. Keterlibatan masyarakat memastikan pasokan stabil sekaligus menekan praktik ilegal seperti daur ulang minyak jelantah menjadi minyak konsumsi, serta mendukung pencapaian target energi berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam mendorong partisipasi publik, GAPULIMGI berperan sebagai pusat edukasi dan advokasi melalui penyusunan materi sederhana, pelatihan, kampanye publik, hingga kolaborasi dengan sekolah, komunitas, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

GAPULIMGI juga mendorong skema pengumpulan minyak jelantah yang berlapis dan fleksibel. Rumah tangga diarahkan untuk menyimpan minyak jelantah dalam botol, lalu menyalurkannya melalui bank sampah, drop point, atau pengepul resmi.

Baca juga : Pengamat Nilai MIND ID Jadi Barometer Nasional Penerapan K3 Tambang

Sementara itu, UMKM dan pelaku usaha kuliner difasilitasi melalui kerja sama dengan agregator atau pengumpul terdaftar untuk pengambilan berkala, disertai skema insentif dan standar mutu yang jelas.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menegaskan bahwa kolaborasi pengelolaan minyak jelantah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong transisi energi yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Melalui kolaborasi dengan GAPULIMGI, kami mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan UMKM dalam rantai pasok energi hijau, sehingga transisi energi berjalan seiring dengan penciptaan nilai sosial,” ujar Baron.

Ia menambahkan, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari komunitas hingga pelaku usaha, menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem UCO yang berkelanjutan dan transparan.

Baca juga : Pertamina Kembangkan Biorefinery Cilacap Olah Jelantah Jadi Bioavtur

“Inisiatif ini mencerminkan komitmen Pertamina menghadirkan solusi energi ramah lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Partisipasi publik menjadi kunci agar pengelolaan minyak jelantah berkembang sebagai kebiasaan baru yang positif di Indonesia,” tambahnya.

Ekosistem minyak jelantah menjadi bagian dari upaya Pertamina mewujudkan visi Asta Cita pemerintah, terutama dalam mendukung swasembada energi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Subholding Downstream, Pertamina menjalin kerja sama dengan GAPULIMGI dalam pengembangan ekosistem rantai pasok UCO. Kerja sama tersebut mencakup penguatan rantai pasok, peningkatan kapasitas pelaku usaha, penyusunan kerangka komersial, serta advokasi kebijakan bersama pemerintah guna mendukung pertumbuhan industri biofuel nasional.

Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Komitmen tersebut dijalankan melalui transformasi perusahaan yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.