Dark/Light Mode

Pemerintah Siapkan Transisi Bertahap Captive Power ke Sistem On-Grid

Kamis, 19 Februari 2026 21:40 WIB
Dari Kanan: Koordinator Ketenagalistrikan Hilirisasi dan Kawasan Ekonomi, Ditjen Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Fadolly Ardin,  Program Director of Research and Innovation, IESR Raditya Wiranegara  (Tengah) dan Assistant Professor Institut Teknologi PLN (IT PLN)  Zainal Arifin dalam paparan The Indonesia Captive Power Decarbonization Blueprint di Jakarta, Kamis (19/2/2026). (Foto: Fazry/RM)
Dari Kanan: Koordinator Ketenagalistrikan Hilirisasi dan Kawasan Ekonomi, Ditjen Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Fadolly Ardin, Program Director of Research and Innovation, IESR Raditya Wiranegara (Tengah) dan Assistant Professor Institut Teknologi PLN (IT PLN) Zainal Arifin dalam paparan The Indonesia Captive Power Decarbonization Blueprint di Jakarta, Kamis (19/2/2026). (Foto: Fazry/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan transisi bertahap dari penggunaan pembangkit listrik captive power menuju sistem kelistrikan terintegrasi atau on-grid guna mendukung dekarbonisasi sektor industri nasional.

Koordinator Ketenagalistrikan Hilirisasi dan Kawasan Ekonomi Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Fadolly Ardin, menyatakan transisi tersebut membutuhkan kepastian perencanaan sistem dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Transisi dari captive power menuju sistem on-grid merupakan proses bertahap yang memerlukan kepastian perencanaan sistem, keandalan pasokan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” kata Fadolly dalam paparan The Indonesia Captive Power Decarbonization Blueprint di Jakarta, Selasa (18/2/2026).

Baca juga : Pemerintah Resmi Ajukan Permohonan Eksekusi Hotel Sultan ke PN Jakarta Pusat

Ia menjelaskan, captive power masih menjadi realitas pada fase awal pertumbuhan industri, terutama untuk menjamin keandalan dan kepastian pasokan listrik.

Namun, seiring berkembangnya sistem kelistrikan nasional, integrasi captive power ke jaringan on-grid perlu dilakukan secara bertahap.

Menurut Fadolly, sistem kelistrikan nasional harus disiapkan sebagai fondasi transisi energi industri melalui penyelarasan perencanaan ketenagalistrikan dengan kebutuhan industri strategis.

Baca juga : Menkomdigi Siapkan 302 Peserta Magang Perkuat Talenta Digital Dan AI

Pemerintah juga berperan menjaga keandalan dan keberlanjutan sistem selama masa transisi berlangsung.

Dalam kerangka kebijakan tersebut, pemerintah tengah menyusun rancangan aturan penggunaan captive power dengan skema afiliasi di tingkat teknis.

Skema ini memungkinkan penyediaan listrik untuk kepentingan sendiri dilakukan oleh satu entitas atau bersama afiliasinya guna menunjang kegiatan hilirisasi dan kawasan ekonomi.

Baca juga : Kabar Baik Buat Pemudik! Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi Rp 911 M

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pengaturan teknis pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya dalam skema Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Sendiri, termasuk pengaturan kapasitas, kuota pembangkit listrik tenaga surya atap, hingga nilai ekonomi karbon.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.