Dark/Light Mode

Wakil Ketua Umum Kadin Jabar: MBG Dongkrak 1% Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 27 Februari 2026 13:51 WIB
Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Barat Asep Lukman (tengah). (Foto: Dok. Asluk)
Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Barat Asep Lukman (tengah). (Foto: Dok. Asluk)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat (Jabar) Asep Lukman menyatakan, Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo SubiantoGibran Rakabuming Raka, bukan sekadar program sosial. Program ini juga dirancang sebagai motor penggerak ekonomi baru.

Ia menilai MBG memiliki karakter berbeda dibandingkan program bantuan sosial seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). “MBG bukan hanya program sosial, tetapi dirancang untuk menciptakan multiplier effect ekonomi di berbagai sektor,” kata Asep, dalam keterangannya, Kamis (27/2/2026).

Baca juga : Laskar Kalinyamat Menyala, Persebaya Tumbang di Jepara

Menurut dia, program tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi baru yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari tenaga kerja hingga pelaku usaha lokal.

Berdasarkan data yang diterima Asep, hingga saat ini program MBG telah menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja. Jumlah tersebut diperkirakan terus naik seiring penambahan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Baca juga : Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR Lagi, Sahroni Janji Perbaiki Diri

Ia menjelaskan, pada 2026, jumlah SPPG ditargetkan mencapai 24.000 unit yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Dengan ekspansi tersebut, kebutuhan tenaga kerja dan rantai pasok pangan dinilai akan semakin besar.

Selain menyerap tenaga kerja, MBG juga disebut dirancang sebagai pusat ekonomi baru yang menyerap bahan pangan lokal. Petani, peternak, dan nelayan dilibatkan dalam penyediaan bahan baku, sementara pelaku usaha lokal diberi ruang untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dan distribusi.

Baca juga : Program MBG Bangkitkan Perputaran Ekonomi Daerah

Dalam diskusinya dengan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Irjen Pol Sony Sonjaya, Asep memperoleh gambaran bahwa perputaran uang di masyarakat berpotensi meningkat signifikan apabila target program tercapai. Perputaran uang di tingkat masyarakat bawah diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp 1 triliun per hari.

Secara kuantitatif, program ini berpotensi berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional hingga sekitar 1 persen pada 2026. Kendati demikian, realisasi target tersebut bergantung pada konsistensi pelaksanaan program, perluasan jaringan dapur, serta keterlibatan aktif pelaku usaha dan masyarakat di berbagai daerah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.