Dark/Light Mode

Kolaborasi Kehumasan 2026, KLH: Isu Lingkungan Bukan Penghambat Ekonomi

Senin, 9 Februari 2026 17:37 WIB
Foto: KLH.
Foto: KLH.

RM.id  Rakyat Merdeka - Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menggelar Kegiatan Kolaborasi Kehumasan Lingkungan Hidup Tahun 2026 bersama kementerian/lembaga dan media.

Acara berlangsung di Ballroom 3 Hotel Pullman, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Kepala Biro Humas KLH/BPLH, Yulia Suryanti, mengatakan pihaknya mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat agenda lingkungan pada 2026.

Menurutnya, pengelolaan lingkungan hidup bukanlah penghambat pembangunan, melainkan faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi.

Baca juga : Kolaborasi Internasional Untuk Pengembangan 4,1 Juta Nasabah Mekaar Sektor Pertanian

“Sebetulnya tidak, kita bisa memasukkan isu lingkungan hidup ke dalam pembangunan ekonomi. Karena kalau bicara soal isu global, persaingan di dunia baik persaingan bisnis maupun politik, ujung-ujungnya ada di isu lingkungan hidup,” kata Yulia dalam paparannya.

Ia menilai, selama ini isu lingkungan kerap dipersepsikan sebagai beban pembangunan. Padahal, jika dikelola dengan perspektif yang tepat, lingkungan justru bisa menjadi bagian dari solusi dan instrumen ekonomi.

“Kami dari lingkungan hidup akan menekankan terus bahwa faktor ekonomi tidak akan terlepas dari lingkungan hidup. Sumber daya alam yang kita gunakan untuk pembangunan ekonomi harus tetap dikaitkan dengan aspek pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Yulia menambahkan, dalam konteks global, isu lingkungan berkaitan erat dengan risiko sistemik, posisi Indonesia di kancah internasional, hingga ancaman krisis.

Baca juga : Kolaborasi BUMN-BUMS Mumpuni, Pindad Siap Penuhi Kebutuhan Senjata Nasional

Bencana hidrometeorologis maupun bencana alam lainnya, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari persoalan lingkungan.

“Kalau kita bicara perubahan global, posisi Indonesia mau seperti apa? Krisis-krisis bencana yang terjadi belakangan ini juga tidak akan lepas dari isu lingkungan hidup. Jadi pengelolaan lingkungan menjadi bagian dari instrumen ekonomi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut terdapat sejumlah kajian global dan nasional terkait transisi positif lingkungan menuju 2030.

Fokusnya mencakup sektor pangan, lahan dan laut, infrastruktur dan lingkungan terbangun, serta energi dan sektor ekstraktif.

Baca juga : Antisipasi Banjir Awal 2026, DLH DKI Kerahkan 1.790 Pasukan Orange

Melalui kolaborasi kehumasan ini, KLH/BPLH berharap pesan-pesan lingkungan dapat disampaikan secara lebih masif dan terintegrasi.

Sehingga, isu lingkungan dipahami publik sebagai bagian strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.