Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hampir Tumbang Saat Pandemi Covid-19, Danantara: Pemulihan Garuda Terus Berjalan
Sabtu, 28 Februari 2026 06:35 WIB
Sebelumnya
Sepanjang 2025, Garuda Indonesia Group telah berada dalam fase peningkatan kesiapan teknis armada. Program perawatan dan reaktivasi pesawat dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan operasional.
Progres tersebut, lanjut Rohan, menunjukkan perbaikan kesiapan armada yang konsisten dan terukur, sekaligus menjadi bagian dari strategi memastikan kualitas layanan, serta keandalan operasional sebelum memasuki tahap optimalisasi kapasitas.
“Pendekatan ini menempatkan kualitas dan keberlanjutan sebagai prioritas, bukan ekspansi agresif dalam jangka pendek,” ujarnya.
Dari sisi permodalan, Danantara juga telah melakukan penguatan struktur keuangan melalui skema korporasi yang sebelumnya diumumkan.
Baca juga : Semoga Segera Terwujud, Pasar Kramat Jati Mau Kelola Sampah Mandiri
Langkah tersebut bertujuan memperkuat struktur neraca, meningkatkan fleksibilitas keuangan, serta memberikan ruang stabilisasi operasional.
“Seluruh langkah ditempuh dalam kerangka tata kelola yang prudent dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegas Rohan.
Dengan fondasi yang semakin stabil, pengelolaan Garuda Indonesia pada 2026 diarahkan sebagai fase optimalisasi kapasitas dan peningkatan kinerja secara terukur.
Fokusnya bukan semata pada pertumbuhan volume, melainkan pada pencapaian pertumbuhan yang sehat, profitable, dan berkelanjutan.
Baca juga : Leeds United Vs Manchester City, Sengit Di Elland Road
Namun dalam masa pemulihan ini, Rohan menilai dukungan masyarakat juga menjadi faktor penting, terutama di pasar internasional yang masih menghadapi ketimpangan kapasitas penerbangan.
Ia mencontohkan, Singapore Airlines mengoperasikan penerbangan tujuh hingga delapan kali per hari dengan pesawat berbadan lebar ke Indonesia. Sebaliknya, Garuda Indonesia hanya melayani satu hingga dua penerbangan per hari pada rute yang sama.
“Indonesia menjadi sumber pendapatan besar bagi maskapai asing. Kenapa orang Indonesia tidak naik Garuda untuk ke luar negeri? Pesawatnya ada dan kualitasnya bagus,” ujarnya.
Rohan mengakui, model business hub menjadi tantangan tersendiri. Singapura memanfaatkan Bandara Changi sebagai hub internasional untuk mengangkut penumpang Indonesia, sebelum melanjutkan penerbangan jarak jauh. Pola serupa juga diterapkan maskapai Timur Tengah yang berbasis di Abu Dhabi.
Baca juga : Jetlag, Alwi Farhan Susah Tidur
Meski demikian, ia berharap masyarakat turut mendukung pemulihan Garuda Indonesia, baik melalui penerbangan internasional maupun dengan memilih Citilink untuk rute domestik.
“Kalau hanya menggerutu tanpa dukungan, perusahaan tidak akan sehat. Untuk domestik, Seat Load Factor (SLF) kita masih kuat, tetapi internasional masih membutuhkan dorongan,” katanya.
Pada tahun ini, Garuda Indonesia juga akan memperkuat kerja sama resiprokal dengan negara-negara utama, seperti Singapura, Australia, Korea Selatan, Jepang, Belanda, dan Arab Saudi, serta memperluas Air Service Agreement (ASA).
Langkah tersebut diharapkan dapat memperbaiki posisi kompetitif Garuda Indonesia di pasar internasional, sekaligus memperkuat perannya sebagai maskapai pembawa bendera nasional. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya