Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kapasitas Produksi Dalam Negeri Belum Cukup
Indonesia Alihkan Sumber Impor Energi Ke Amerika
Selasa, 3 Maret 2026 06:30 WIB
Sebelumnya
“Kami hanya mengganti saja. Jadi volume angka impornya sama, switch tempatnya saja yang berbeda. Yakinlah bahwa kedaulatan bangsa ini tetap terjaga,” ucap Bahlil.
Menurutnya, realisasi pembelian akan tetap mengedepankan aspek keekonomian dan kepentingan nasional.
“Tujuannya, agar ketahanan pasokan tetap terjaga di tengah dinamika perdagangan global,” ujar Bahlil.
Baca juga : Benahi Total Pengelolaan Sampah Di RDF Rorotan
Dalam kesepakatan tersebut, nilai indikatif 15 miliar dolar AS mencakup beberapa komoditas utama.
Impor LPG dialokasikan sekitar 3,5 miliar dolar AS, minyak mentah sebesar 4,5 miliar dolar AS, serta produk bahan bakar minyak olahan tertentu senilai 7 miliar dolar AS.
Selain itu, kerja sama mencakup batubara metalurgi dan teknologi batubara bersih sesuai kebutuhan nasional.
Baca juga : Arsenal Jadi Corner FC
Menanggapi hal tersebut, pengamat energi dan pendiri ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menilai, impor migas tetap diperlukan selama produksi domestik belum mencukupi.
“Kesepakatan itu memang bukan menambah volume impor lantaran akan ada pergeseran alokasi dari negara lain. Kerja sama ini bisa berdampak positif jika Indonesia dapat memanfaatkannya dengan baik,” ujar Pri Agung. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 3 Maret 2026 dengan judul "Kapasitas Produksi Dalam Negeri Belum Cukup Indonesia Alihkan Sumber Impor Energi Ke Amerika"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya