Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Elvi Diana: Dukungan Pemerintah Penting Berantas Illegal Gain
Senin, 9 Maret 2026 14:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dukungan pemerintah dan legislatif terhadap upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai penting untuk memberantas praktik keuntungan tidak sah (illegal gain) dalam perdagangan saham, sekaligus demi menjaga stabilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hal ini disampaikan konsultan dan perencana keuangan Elvi Diana CFP, menyusul temuan OJK terkait dugaan praktik insider trading dalam perkembangan kasus manipulasi saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk.
OJK sebelumnya mengungkap adanya skema manipulasi harga saham, yang memungkinkan segelintir pihak memperoleh keuntungan tidak sah melalui transaksi yang memanfaatkan informasi internal serta pengaturan pergerakan harga saham.
Menurut Elvi, langkah pengungkapan praktik tersebut sebenarnya telah mulai dilakukan oleh Anggota Dewan Komisioner OJK di bawah kepemimpinan Mahendra Siregar.
Baca juga : MUI Dukung Pemerintah Terus Aktif Dorong Perdamaian Dunia
Ia menilai berbagai upaya penguatan tata kelola dan transparansi telah dijalankan oleh otoritas pasar modal.
“Sebetulnya OJK di bawah kepemimpinan Pak Mahendra sudah berupaya membongkar praktik illegal gain ini. Tetapi upaya tersebut belum sepenuhnya tuntas karena dukungan pemerintah belum agresif seperti saat ini, kedepannya diharapkan juga Komisi XI DPR melakukan pengawasan intensif terhadap ADK OJK pasar modal dalam mengelola Bursa Efek Indonesia ,” ujar Elvi dalam keterangannya kepada media, Senin (9/3/2026).
Elvi menilai, sejak masa kepemimpinan Mahendra, Otoritas Jasa Keuangan telah melakukan berbagai perbaikan dalam aspek tata kelola, transparansi, serta integritas lembaga.
“Dalam hal ini, dukungan pemerintah maupun Komisi XI DPR yang memadai dalam pemberantasan praktik ini secara tegas dan tuntas, termasuk mengungkapkannya secara terbuka kepada publik, sangat penting," kata Elvi.
Baca juga : Percepat Pemulihan Sumatera, Pemerintah Suntik Dana Lagi 10,6 T
Ia menambahkan, dukungan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat terhadap Otoritas Jasa Keuangan juga dapat memperkuat stabilitas pasar modal.
Hal tersebut dinilai penting untuk mencegah terulangnya gejolak pasar seperti yang sempat terjadi pada akhir Januari 2026, ketika Indeks Harga Saham Gabungan mengalami penurunan signifikan.
Elvi menegaskan, penguatan dukungan pemerintah terhadap otoritas pasar modal akan membantu OJK bertindak lebih tegas dan independen dalam menertibkan praktik manipulasi pasar di masa mendatang.
“Jika sejak dulu dukungan pada OJK memadai, OJK pasti lebih berani dan tuntas menertibkan saham-saham gorengan serta mempublikasikan temuannya kepada masyarakat, sehingga kemungkinan gejolak pasar dan dinamika internal lembaga tidak perlu sampai sejauh itu,” ujarnya.
Baca juga : Lestari Moerdijat Dukung Pemerintah Tunda Akses Akun Anak Jaga Generasi Bangsa
Ia juga menekankan pentingnya reformasi pengawasan pasar modal guna mencegah praktik manipulasi harga saham sejak dini.
Menurut Elvi, transparansi serta dukungan kuat pemerintah dalam menindak pelanggaran menjadi kunci untuk menjaga integritas pasar modal Indonesia.
“Pasar modal membutuhkan pengawasan yang kuat, transparan, dan bebas dari tekanan pihak manapun. Tanpa itu, kepercayaan investor akan mudah terganggu,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya