Dark/Light Mode

Industri Agro Bukukan Surplus Dagang 57,58 Miliar Dolar AS Pada 2025

Selasa, 10 Maret 2026 11:24 WIB
Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian M. Rum. (Foto: Aditya/RM)
Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian M. Rum. (Foto: Aditya/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sektor industri agro Indonesia mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan surplus neraca perdagangan sebesar 57,58 miliar dolar AS.

Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian M. Rum mengatakan capaian tersebut berasal dari nilai ekspor industri agro yang mencapai 78,77 miliar dolar AS, sementara nilai impor tercatat sebesar 21,19 miliar dolar AS.

“Dengan demikian, sektor industri agro masih melanjutkan neraca dagang positif sebesar 57,58 miliar dolar AS,” kata Rum dalam sambutan pada pembukaan Bazaar Lebaran 2026 Kementerian Perindustrian di Jakarta, Selasa (10/3/2026)

Baca juga : Prabowo Saksikan 11 MoU RI–AS Senilai 38,4 Miliar Dolar AS di Washington DC

Menurut dia, industri agro merupakan sektor strategis yang berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada 2025, sektor ini tercatat memberikan kontribusi sebesar 52,09 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) industri nonmigas dan sekitar 9 persen terhadap PDB nasional, dengan pertumbuhan mencapai 4,95 persen.

Selain kinerja ekspor yang positif, investasi di sektor industri agro juga terus menunjukkan tren peningkatan. Realisasi investasi pada 2025 tercatat mencapai Rp 191,7 triliun.

Baca juga : Dubes Fadjroel Rayakan FTA RI-EAEU, Target Perdagangan Tembus 10 Miliar Dolar AS

Sektor tersebut juga memiliki peran besar dalam penyerapan tenaga kerja. Hingga Agustus 2025, industri agro menyerap sekitar 10 juta tenaga kerja di berbagai subsektor.

Pemerintah terus mendorong penguatan sektor industri agro melalui kebijakan hilirisasi komoditas berbasis sumber daya alam dalam negeri.

Strategi ini dilakukan dengan mengintegrasikan sektor hulu dan hilir dalam satu ekosistem industri terpadu sehingga komoditas unggulan daerah seperti kakao, sagu, dan kelapa dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Baca juga : Investasi Hong Kong Tembus 10 Miliar Dolar AS, RI Kian Dilirik

Produk turunan tersebut antara lain digunakan pada industri pangan, farmasi, kosmetik, hingga bioenergi yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah secara signifikan bagi perekonomian nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.