Dark/Light Mode

Hadapi Lonjakan Arus Balik, Tambah Slot Penerbangan

InJourney Airports Siaga 24 Jam Layani Maskapai

Minggu, 29 Maret 2026 06:25 WIB
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi. (Foto: Putu Wahyu Rama/rm.id)
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi. (Foto: Putu Wahyu Rama/rm.id)

 Sebelumnya 
“Extra flight ini di luar penerbangan berjadwal reguler. Dan jumlahnya masih berpotensi terus bertambah hingga periode angkutan Lebaran berakhir pada 30 Maret 2026,” katanya. 

Hingga kini pihaknya bersama seluruh stakeholders akan terus memantau perkembangan trafik, serta memastikan kelancaran dalam memberikan pelayanan di bandar udara. 

Ia menegaskan, fokus utama InJourney Airports pada arus balik ini juga ada pada penanganan bagasi penumpang pesawat, aksesibilitas dari dan menuju bandara, serta ketersediaan transportasi publik di bandara. 

Baca juga : Senegal Tetap Arak Piala Afrika

Seperti diketahui, periode angkutan lebaran di 37 bandara yang dikelola InJourney Airports berlangsung hingga 30 Maret 2026. Sepanjang angkutan Lebaran ini, bandara-bandara InJourney Airports diproyeksikan melayani sekitar 9 juta penumpang pesawat. 

Kinerja Ketepatan Waktu Garuda Meningkat 

Terpisah, Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H Kairupan menyampaikan, Garuda Indonesia Group mencatatkan lonjakan signifikan trafik penumpang pada puncak arus balik Lebaran 1447 H, dengan total 80.201 penumpang yang diangkut dalam satu hari, yaitu pada Selasa (24/3/2026). 

“Jumlah tersebut terdiri dari 34.661 penumpang Garuda Indonesia dan 45.540 penumpang Citilink, yang dilayani melalui 489 penerbangan, termasuk 32 penerbangan tambahan guna mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat pasca libur Idul Fitri,” kata Glenny di Jakarta, Kamis (26/3/2026). 

Baca juga : Dewan Menanti Realisasi Proyek Waduk Pengantin

Glenny menjelaskan, trafik ini didorong oleh arus balik menuju kota-kota utama, seperti Jakarta, Surabaya dan Makassar, dengan Jakarta menjadi destinasi kedatangan tertinggi yang mencatatkan 32.911 penumpang. 

“Sejumlah rute dengan trafik tinggi menuju Jakarta antara lain berasal dari Denpasar, Surabaya, Medan, Semarang, Batam, hingga Singapura,” beber Glenny. 

Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia Dicky Irchamsyah menambahkan, pihaknya memproyeksikan tren arus balik ini masih akan berlangsung hingga 29 Maret 2026 dengan total pergerakan penumpang diperkirakan mencapai 1,1 juta penumpang sepanjang periode tersebut. 

Baca juga : Ana/Trias Jumpa Duet Peringkat Satu Dunia

Di tengah tingginya intensitas operasional, sambung Dicky, Garuda Indonesia mencatatkan kinerja ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP) first departure sebesar 98,92 persen, yang menjadi capaian tertinggi dalam tiga tahun terakhir. 

Ia menilai, pencapaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga keandalan operasional, khususnya pada periode peak season dengan tekanan trafik yang tinggi. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.