Dark/Light Mode

Konflik Di Timteng Ganggu Perdagangan Pupuk Global

Banyak Negara Jajaki Impor Urea Indonesia

Kamis, 2 April 2026 06:35 WIB
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi (kiri) dan Plt Sekjen Kementerian Pertanian Ali Jamil saat Rapat Dengar Pandapat (RDP) dengan Komisi IV DPR, di Jakarta, Senin (24/3/25). (Foto: Tedy Kroen/rm.id)
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi (kiri) dan Plt Sekjen Kementerian Pertanian Ali Jamil saat Rapat Dengar Pandapat (RDP) dengan Komisi IV DPR, di Jakarta, Senin (24/3/25). (Foto: Tedy Kroen/rm.id)

 Sebelumnya 
“Jika kebutuhan domestik tinggi, ekspor sekitar 1,5 juta ton. Jika menurun, bisa mencapai 2 juta ton,” ujarnya. 

Ia juga menegaskan, bahwa perusahaan tidak melakukan penimbunan pupuk. Stok yang tersedia merupakan hasil produksi yang disiapkan untuk distribusi sesuai kebutuhan petani. 

“Kami tidak pernah menimbun pupuk. Stok di gudang adalah hasil produksi. Jika dibutuhkan, langsung kami distribusikan ke daerah,” tegasnya. 

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira menambahkan, pihaknya memastikan prioritas utama tetap pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri, khususnya pupuk bersubsidi. 

Baca juga : Produk Industri Lokal Siap Bersaing Di Pasar Global

“Fokus kami saat ini adalah penyaluran pupuk subsidi. Tahun ini alokasinya 9,84 juta ton dan harus terdistribusi dengan baik,” ujar Yehezkiel. 

Dia pun memastikan harga pupuk subsidi di dalam negeri tetap stabil. 

“Komitmen kami, harga pupuk subsidi tetap sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan Pemerintah, sehingga petani tidak akan terdampak,” tegasnya. 

Menanggapi hal ini, Peneliti Senior dan Analis Kebijakan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Rahmad Supriyanto mengamini, Indonesia adalah salah satu negara eksportir urea. 

Baca juga : Pendatang Baru Didata Dan Dibantu Beradaptasi

“Proporsi ekspor urea cukup tinggi, dengan tujuan negara seperti India, Australia, dan Filipina,” jelas Rahmad. 

Kemampuan ekspor ini didukung oleh kapasitas produksi yang besar, sehingga tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga pasar internasional. 

“Potensi ekspor sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir, khususnya lima tahun terakhir, dan trennya meningkat,” jelasnya. 

Lebih lanjut dia melihat kondisi geopolitik saat ini, di mana banyak negara akan berebut mencari sumber alternatif pasokan pupuk. Karena itu ia mengimbau, Pemerintah tetap mengutamakan ketersediaan dalam negeri. 

Baca juga : Italia Terkutuk

Selain itu, juga menjaga harga pupuk tetap terjangkau bagi petani, termasuk yang tidak menerima subsidi, juga menjadi hal penting. 

“Karena ini penting untuk keberlangsungan masa tanam dan produktivitas pangan,” pungkasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.