Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi maskapai penerbangan nasional, Indonesia National Air Carriers Association (INACA), mengapresiasi langkah pemerintah dalam merespons lonjakan harga avtur akibat krisis geopolitik di Timur Tengah.
Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menyatakan kebijakan yang diumumkan pemerintah dinilai mampu menjawab tantangan yang dihadapi industri penerbangan sekaligus menjaga kepentingan masyarakat.
“Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah ini, karena memang tidak mudah menyikapi kenaikan harga BBM avtur yang sangat tinggi akibat krisis geopolitik Timur Tengah,” ujar Denon dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Baca juga : BHS Apresiasi Harga BBM Tak Naik, Usul Subsidi Tepat Sasaran
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers menyampaikan sejumlah kebijakan, antara lain penetapan fuel surcharge sebesar 38 persen yang berlaku untuk pesawat jet dan non-jet.
Selain itu, pemerintah juga menetapkan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 11 persen ditanggung pemerintah, serta membebaskan bea masuk suku cadang (sparepart) menjadi nol persen. Kebijakan tersebut berlaku selama dua bulan sejak ditetapkan.
Pemerintah juga memutuskan menunda pembahasan kenaikan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat guna menjaga daya beli masyarakat.
Baca juga : Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Tidak Naik, Ini Daftar Lengkapnya
Denon menilai kebijakan tersebut mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan maskapai dan perlindungan konsumen, terutama melalui dukungan fiskal yang diberikan pemerintah.
“Kami melihat kebijakan ini sudah sesuai dengan kebutuhan maskapai serta masyarakat,” katanya.
Ia berharap implementasi kebijakan dapat segera dilakukan di lapangan agar dapat membantu operasional maskapai, menjaga keselamatan dan kenyamanan penerbangan, serta memastikan konektivitas transportasi udara tetap terjaga.
Baca juga : KPK: Ikut Atur Kuota Haji, 2 Tersangka Setor Uang ke Oknum Kemenag
INACA juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri dalam menghadapi tekanan global, khususnya yang berdampak pada biaya operasional penerbangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya