Dark/Light Mode

Bos Bulog Sidak Ke Dua Pasar Di Jakarta

Stok MinyaKita Aman, Harganya Sesuai HET

Rabu, 15 April 2026 06:35 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (tengah) sedang berbincang dengan para pedagang menanyakan ketersediaan dan harga Minyakita, di Jakarta, Senin (13/4/2026). (Foto: Dok. Bulog)
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (tengah) sedang berbincang dengan para pedagang menanyakan ketersediaan dan harga Minyakita, di Jakarta, Senin (13/4/2026). (Foto: Dok. Bulog)

 Sebelumnya 
Kondisi tersebut membuat Bulog harus membagi alokasi MinyaKita antara kebutuhan bantuan pangan dan distribusi pasar secara seimbang, agar tidak terjadi kekosongan di salah satu sektor. 

Sebelumnya, distribusi minyak goreng ini difokuskan untuk mendukung kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. 

“Berkat intervensi itu, harga komoditas pangan selama Hari Besar Keagamaan tersebut relatif aman dan terkendali,” ucapnya. 

Kini, setelah periode tersebut, Bulog mulai mengalihkan fokus pendistribusian MinyaKita untuk penyaluran bantuan pangan, sekaligus menjaga pasokan minyak goreng tersebut di pasar tetap tersedia. 

Baca juga : BI Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Ia mengakui, keterbatasan kuota DMO menjadi tantangan tersendiri karena harus disesuaikan dengan kebutuhan yang terus meningkat di berbagai daerah. 

“Memang, apabila dihadapkan dengan kebutuhan MinyaKita untuk bantuan pangan, jadi tantangan tersendiri. Kami berbagi, harus pintar-pintar, separuh ke bantuan pangan, separuh ke pasar dan lain sebagainya,” bebernya. 

Atas arahan Menteri Pertanian, pihaknya mengajukan penambahan kuota DMO agar distribusi dapat berjalan lebih optimal dan merata di seluruh wilayah. 

Ia berharap, tambahan kuota yang diajukan hingga sekitar 65 persen dapat disetujui, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar, sekaligus mendukung program bantuan pangan secara berkelanjutan. 

Baca juga : 2030, Jakarta Ditargetkan Keluar Dari Krisis Sampah

Rizal telah meminta jajaran Bulog di daerah segera menggelar operasi pasar guna mengatasi kelangkaan dan menjaga stabilitas MinyaKita, agar sesuai harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah. 

“Langkah tersebut diambil setelah muncul keluhan masyarakat terkait harga MinyaKita, yang dijual di atas harga eceran tertinggi di berbagai daerah, Jelas Rizal. 

Untuk itu, Bulog telah menggelar rapat evaluasi nasional secara dalam jaringan (daring) bersama seluruh jajaran wilayah untuk membahas kondisi harga pangan, termasuk beras dan minyak goreng. 

Dalam rapat tersebut, kata Rizal, salah satu fokus utama adalah memastikan stabilitas harga sembako tetap terjaga, serta mengidentifikasi penyebab kenaikan harga di tingkat pasar. 

Baca juga : Bayern Munchen Vs Real Madrid, Pemenang Paling Pede

Pada saat monitoring di ke dua pasar di Jakarta, pihaknya juga menegaskan komoditas beras nasional yang saat ini stoknya mencapai sekitar 4,7 juta ton dan serapan gabah yang terus berlangsung, membuat ketersediaan pangan nasional tetap aman. 

“Dengan langkah proaktif ini, kami optimistis ketersediaan beras dan Minyakita di pasar akan tetap terjaga, sehingga dapat mendukung stabilitas harga, serta menjaga daya beli masyarakat,” tukasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.