Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bidik Wisatawan Asing
Ancol Akan Reklamasi & Bangun Beach Club
Kamis, 16 April 2026 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (Perseroan) berencana melakukan perubahan besar dalam pengembangan usaha. Targetnya, selain wisatawan lokal, wajah baru Ancol bakal menarik minat turis asing. Salah satunya, membangun beach club di lahan reklamasi baru.
Manajemen Ancol optimistis, kondisi global saat ini bisa menjadi peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja, baik dari sisi peningkatan jumlah kunjungan wisata, properti, maupun optimalisasi lahan yang dikerjasamakan dengan partner strategis.
Komisaris Utama Pembangunan Jaya Ancol Irfan Setiaputra menjelaskan, pihaknya ingin melakukan transformasi total pada Ancol sebagai destinasi wisata yang memiliki daya tarik lebih kekinian.
Menurut Irfan, hal ini bisa diwujudkan walau dalam situasi ekonomi global yang masih tak menentu. Apalagi, imbuh dia, menjelang 500 tahun Kota Jakarta pada 2027, Gubernur DKI Jakarta akan mendorong agar Ancol menjadi Wajah Jakarta.
Baca juga : Transformasi Industri 4.0 Dan Digital Makin Dikebut
“Biasanya, (kalau situasi global tak menentu) orang menahan diri untuk liburan. Tapi, kami melihat justru ini peluang, orang jalan-jalan, berlibur mungkin memilih destinasi wisata di dalam negeri saja, ketimbang ke luar negeri. Tiket pesawat juga kan mahal. Sejauh ini, kami juga tidak terdampak oleh situasi global tersebut,” ujar Irfan dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Untuk itu, transformasi akan terus dilakukan agar tak hanya menarik wisatawan dalam negeri saja. Tetapi juga bisa menarik wisatawan asing untuk berlibur ke Ancol.
Perseroan telah menyiapkan langkah strategis untuk menggenjot pertumbuhan bisnis ke depan lewat sejumlah perbaikan atau upgrade layanan dan fasilitas.
“Kami ingin menghadirkan experience baru dengan ekosistem, connection dan value yang lebih baik,” kata mantan bos Garuda Indonesia ini.
Baca juga : Harga Plastik Naik, Biaya Hidup Ikut Lepas Landas
Tak hanya itu, PT Pembangunan Jaya Ancol saat ini juga tengah menyiapkan upaya reklamasi dengan luas sekitar 65 hektare di sisi barat Ancol dalam rangka melakukan perluasan lahan wisata.
Namun, dalam pengembangan reklamasi tersebut, perseroan tak hanya mengandalkan pendanaan dari permodalan atau capital expenditure (capex) sendiri.
“Pendanaannya akan berfokus pada pendekatan kerja sama dengan investor melalui skema business sharing atau investasi bersama,” terangnya.
Hal ini dibenarkan Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol Syahmudrian Lubis. Menurutnya, pihaknya menyiapkan capex sekitar Rp 70 miliar pada 2026.
Baca juga : Mimpi Buruk Barca Berlanjut
Syahmudrian bilang, saat ini pihaknya tengah dalam tahap mencari partner strategis. Bahkan, menurutnya, telah ada yang mengajak bussiness sharing.
“Sehingga kami tidak harus mengeluarkan (dana) investasi seluruhnya. Saat ini masih terus berkembang terkait berapa yang perlu dialokasikan, tapi capex kami siapkan Rp 70 miliar,” tutur Syahmudrian.
Sejauh ini, sambung Syahmudrian, sudah ada 16 perusahaan dari Eropa, China, Korea Selatan dan domestik yang berminat dalam proyek tersebut. Karena itu, pihaknya melakukan beauty contest untuk memilih satu mitra strategis yang akan membiayai reklamasi, menggunakan skema land sharing (pembagian lahan), bukan revenue sharing.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya