Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bidik Wisatawan Asing
Ancol Akan Reklamasi & Bangun Beach Club
Kamis, 16 April 2026 06:35 WIB
Sebelumnya
Adapun lahan reklamasi tersebut akan difokuskan untuk perluasan kawasan wisata, termasuk pembangunan beach club dan destinasi wisata baru. Lalu, sekitar 20 hektar dari lahan reklamasi tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan depo MRT (Moda Raya Terpadu) Jakarta fase 2B.
“Lewat proyek ini, kami juga berupaya meningkatkan pendapatan perusahaan, melalui pengembangan properti baru,” katanya.
Sebagai informasi, Syahmudrian Lubis merupakan Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol yang baru saja terpilih dalam RUPST 2026, menggantikan Winarto yang mengundurkan diri sehari jelang RUPST digelar.
Bayar Dividen Rp 41,6 Miliar
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui pembayaran dividen sebesar Rp 26,05 per lembar saham yang totalnya mencapai Rp 41.6 miliar, atau 23,13 persen dari laba bersih tahun 2025.
Baca juga : Transformasi Industri 4.0 Dan Digital Makin Dikebut
Sepanjang 2025, perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 1,121 triliun, dengan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 180,19 miliar.
Syahmudrian menyadari, saat ini perusahaan berada pada sebuah titik yang krusial, bukan untuk bertahan, tetapi lebih dari itu. Yakni, melangkah ke fase transformasi berikutnya. Untuk itu, perseroan tetap fokus pada inovasi dan efisiensi operasional. Seperti digitalisasi layanan ticketing, peningkatan fasilitas pengunjung, serta pengembangan konten/event tematik baru.
“Sehingga langkah-langkah tersebut berhasil mempertahankan pendapatan seperti tahun lalu,” ucapnya.
Dia melihat, industri destinasi wisata dan leisure telah berubah secara fundamental. Ke depan, Ancol juga harus bergeser dari sekedar destinasi kunjungan menjadi destinasi yang memberikan experiences, membangun ekosistem yang terintegrasi.
Baca juga : Harga Plastik Naik, Biaya Hidup Ikut Lepas Landas
Pihaknya akan fokus meningkatkan value per customer, bukan hanya sekedar jumlah pengunjung, tapi juga mengoptimalkan aset dan ekosistem, bukan hanya operasional. Dan mengoptimalkan data sebagai penggerak keputusan.
“Serta membangun kolaborasi strategis yang memperkuat daya saing jangka panjang,” bebernya.
Ia berharap, transformasi ini bukan hanya strategi semata. Tetapi lebih kepada menanamkan sebagai budaya kerja (culture) dan sumber daya manusia (people) dengan disiplin ketat untuk eksekusi yang tepat.
Untuk diketahui, kini Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang baru berlaku efektif sejak ditutupnya RUPS tersebut. Yakni, Dewan Komisaris diisi oleh Komisaris Utama dan Komisaris Independen Irfan Setiaputra, didampingi tiga Komisaris, yaitu Suharini Eliawati, Lies Hartono, Sutiyoso, serta satu Komisaris Independen Trisni Puspitaningtyas.
Baca juga : Mimpi Buruk Barca Berlanjut
Sedangkan, Dewan Direksi diisi oleh Direktur Utama Syahmudrian Lubis didampingi empat Direktur, yaitu Cahyo Satriyo Prakoso, Daniel Nainggolan, Eddy Prastiyo dan Rahmaniar
“Ke depan, ada sebuah semangat baru untuk membangun Ancol yang lebih relevan dan lebih berdampak bagi masyarakat, bagi pemegang saham dan bagi masa depan kota Jakarta,” tukasnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya