Dark/Light Mode

Menteri Dody: Sekolah Rakyat Siap Untuk Tahun Ajaran Baru 2026

Senin, 20 April 2026 15:40 WIB
Foto: Brantas Abipraya
Foto: Brantas Abipraya

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas pembangunan infrastruktur nasional, khususnya pada Proyek Sekolah Rakyat (SR), agar siap digunakan pada tahun ajaran baru 2026.

Dalam setiap kunjungan ke lokasi proyek, Dody memberikan arahan tegas guna memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai standar mutu, tepat waktu, serta memenuhi aspek keselamatan kerja.

“Saya ingin setiap pembangunan Sekolah Rakyat ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas terbaik serta mengedepankan keselamatan kerja. Ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” ujar Dody.

PT Brantas Abipraya (Persero) selaku kontraktor pelaksana menyampaikan apresiasi atas perhatian dan arahan yang diberikan pemerintah. Perusahaan menilai arahan tersebut sebagai bentuk penguatan pengawasan sekaligus dorongan untuk meningkatkan kualitas kinerja di lapangan.

Baca juga : Sekolah Rakyat Hadirkan Pendidikan Bermutu Lewat Seleksi Transparan

Saat ini, Brantas Abipraya tengah mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai lokasi guna memperluas akses pendidikan, sejalan dengan program prioritas pemerintah.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah percepatan dan perbaikan, antara lain peningkatan pengawasan teknis, optimalisasi manajemen proyek, serta penegakan disiplin terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Menurut Dian, dinamika dalam pelaksanaan proyek merupakan hal yang wajar dalam proses konstruksi. Namun, perusahaan tetap fokus pada solusi melalui evaluasi menyeluruh serta langkah percepatan agar penyelesaian proyek tetap sesuai kontrak.

Ia juga menekankan bahwa percepatan pembangunan didukung oleh dedikasi tinggi para pekerja di lapangan. Dalam kondisi tertentu, pekerjaan dilakukan siang dan malam dengan jumlah tenaga kerja di satu lokasi mencapai hingga 500 orang yang bekerja secara bergantian.

Baca juga : Siswa Semakin Pede, Sudah Belajar Koding Pakai Laptop

“Di balik setiap progres yang terlihat, ada kerja keras tim di lapangan yang luar biasa. Mereka bekerja tanpa mengenal waktu dalam berbagai kondisi, dengan semangat dan komitmen tinggi untuk menyelesaikan proyek ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dian menyebut percepatan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan.

Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep asrama terpadu yang memiliki fasilitas seragam di seluruh Indonesia, meliputi gedung SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, masjid, gedung serbaguna, kantin, hingga sarana olahraga.

Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang terintegrasi sekaligus mendukung pembinaan karakter siswa.

Baca juga : Berkat Sekolah Rakyat, Syifa Hidupkan Lagi Impian Kerja di Pertambangan

Ke depan, Brantas Abipraya berkomitmen memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan setiap tahapan proyek berjalan optimal, transparan, dan akuntabel.

“Proyek Sekolah Rakyat ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul Indonesia. Kami berkomitmen mempercepat penyelesaian proyek dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan kerja,” kata Dian.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.