Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menunjukkan komitmennya mendukung program ketahanan pangan dan energi nasional melalui pengembangan komoditas strategis ubi kayu.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat perannya sebagai BUMN yang berkontribusi langsung terhadap agenda Pemerintah.
Program yang tengah disiapkan mengusung konsep terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat daya saing industri berbasis pertanian di Indonesia.
Pada sektor hulu (on farm), perusahaan akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan serta meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknik budidaya modern.
Baca juga : Mind ID Fokus Kembangkan Hilirisasi SDA Terintegrasi
Selain itu, pengembangan varietas unggul ubi kayu menjadi fokus utama untuk menghasilkan tanaman yang adaptif dengan hasil panen tinggi.
Sementara itu, di sisi hilir (off farm), penguatan dilakukan melalui pembangunan industri pengolahan berbasis bioetanol.
Proyek ini dijalankan melalui kolaborasi strategis dengan fasilitas pabrik bioetanol di Lampung sebagai pusat pengembangan.
Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengatakan, program ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem agroindustri masa depan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan.
Menurutnya, ubi kayu memiliki potensi besar tidak hanya sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah dan penopang kebutuhan nasional di sektor pangan dan energi.
Baca juga : Tak Sekadar Tambang, Ini Pentingnya Hilirisasi Mineral RI
"Kami ingin memastikan peningkatan produksi di tingkat kebun berjalan seiring dengan kesiapan industri pengolahan, sehingga tercipta rantai nilai yang kuat, efisien, dan berkelanjutan," kata Denaldy, Senin (20/4/2026).
Sebagai bentuk komitmen, pada 14-15 April 2026, Direktur Utama PTPN III bersama jajaran melakukan rangkaian pertemuan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan di Provinsi Lampung.
Pertemuan tersebut melibatkan Gubernur Lampung, Perkumpulan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI), PT Medco Ethanol Lampung, serta kalangan akademisi dari Universitas Lampung.
Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung diarahkan untuk memperkuat dukungan kebijakan daerah, mempercepat ekosistem investasi, serta memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.
Sementara, dialog dengan pelaku usaha dan asosiasi petani diharapkan dapat memperkuat rantai pasok bahan baku sekaligus menciptakan pola kemitraan yang saling menguntungkan.
Baca juga : Kegagalan Diplomasi Damai Drupada
Di bidang riset dan inovasi, kerja sama dengan Universitas Lampung yang didampingi PT Riset Perkebunan Nusantara menjadi bagian penting dalam pengembangan varietas unggul serta penerapan teknologi budidaya modern. Termasuk di dalamnya uji coba peningkatan produktivitas melalui metode Mukibat.
Pengembangan pabrik bioetanol di Lampung juga diproyeksikan multiplier effect. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi wilayah, peningkatan nilai tambah hasil pertanian, hingga terbentuknya ekosistem industri hijau berbasis sumber daya lokal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya