Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Perang tidak pernah benar-benar jauh. Perang yang meledak ribuan kilometer dari rumah kita, akhirnya sampai juga di dapur saat kita memasak nasi, atau menghitung sisa uang di dompet.
Kita akhirnya merasakan bahwa politik luar negeri bukanlah milik para diplomat semata.
Dampaknya perang, akhirnya ke mana-mana. Banyak negara yang mulai ketar-ketir. Berbagai kebijakan menghadapi krisis sudah diterapkan.
Sejauh ini, bagi kita di Indonesia, harga BBM subsidi misalnya, belum naik. Kita apresiasi kebijakan tersebut. Namun, tantangan ke depan belum akan hilang. Perang di Asia Barat atau Timur Tengah tampaknya masih akan terus berlanjut.
Baca juga : Memecah Magnet Jakarta
Di sinilah pentingnya pemahaman bahwa keputusan global, kebijakan luar negeri, apa pun itu, pada akhirnya akan menemukan jalan pulang. Ke piring kita. Ke dapur rakyat.
Karena itu, semua langkah serta kebijakan perlu dipikirkan matang-matang. Jangan salah prediksi. Jangan salah kalkulasi. Jangan salah langkah.
Untuk menghadapi dampak sistemik dari peperangan serta kondisi geopolitik saat ini, tidak bisa lagi menggunakan pendekatan business as usual. Juga tidak bisa dianggap enteng.
Kita ingat, di awal-awal Covid-19 misalnya, kita menangkap ada kesan “menganggap enteng” persoalan. Ini jangan terulang ketika merespons kondisi geopolitik saat itu.
Baca juga : Jakarta Mode Hening: Mewah!
Karena, sikap meremehkan masalah dapat mengubah masalah kecil menjadi krisis besar yang sulit dikendalikan.
Sikap meremehkan masalah memicu kegagalan manajemen krisis. Dampaknya, negara menjadi lambat, bahkan bisa keliru, dalam merespons ancaman. Ujungnya, bisa merugikan seluruh komponen bangsa. Bahkan akan sampai ke piring dan dompet rakyat.
Banyak pihak sudah mengingatkan bahwa krisis ekonomi sering kali memicu gesekan dan krisis sosial. Ini yang perlu dihindari.
Karena, ketika perut lapar bertemu dengan ketidakpastian masa depan, nalar publik sering kali tergantikan oleh kemarahan kolektif. Di titik ini, jangan sampai terjadi erosi kepercayaan publik. Kepercayaan publik harus benar-benar dijaga.
Baca juga : Demokrasi Ijon Di Daerah
Untuk itu, kita berharap, prioritas harus benar-benar dijaga dan diperhatikan. Utamakan yang sangat penting. Para pejabat juga perlu menunjukkan kepekaan. Jangan “mancing-mancing” masalah. Sekecil apa pun.
Karena, di titik tertentu, kalau seandainya kondisi geopolitik belum juga stabil, urusannya bisa sangat sensitif dan personal. Urusannya sudah ke dapur dan perut.
Ini perlu menjadi perhatian serius. Karena, sebuah negara bisa saja bertahan dari serangan musuh dari luar, namun sulit bertahan jika ikatan sosial di dalamnya hancur karena ada kepekaan dan keadilan yang tergores.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Minggu, 29 Maret 2026 dengan judul "Perang Di Piring Kita"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.