Dark/Light Mode

Stok Beras 5 Juta Ton, Pupuk Surplus 1,5 Juta Ton

Ketahanan Pangan Kita Tangguh Hadapi Krisis

Minggu, 26 April 2026 08:00 WIB
Karyawan Perum Bulog cabang Meulaboh memantau stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Gudang Perum Bulog Cabang Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Jumat (24/4/2026). (Foto: Antara Foto)
Karyawan Perum Bulog cabang Meulaboh memantau stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Gudang Perum Bulog Cabang Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Jumat (24/4/2026). (Foto: Antara Foto)

 Sebelumnya 
Saat ini, Bulog didukung jaringan logistik yang luas, yakni lebih dari 1.500 gudang milik sendiri dan lebih dari 1.200 gudang mitra yang tersebar di seluruh Indonesia. Infrastruktur tersebut memungkinkan penyimpanan stok secara aman serta distribusi yang merata ke berbagai daerah. 

Di sisi lain, kabar positif juga datang dari sektor pupuk. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono melaporkan, cadangan pupuk nasional mengalami surplus sebesar 1,5 juta ton. Ia memastikan, ketersediaan pupuk tetap aman, meskipun dunia tengah menghadapi tekanan akibat ketegangan geopolitik yang berdampak pada terganggunya rantai pasok global. 

“Setelah kita hitung, ada kelebihan sekitar 1,5 juta ton,” jelasnya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (24/ 4/2026). 

Baca juga : Soal Jabatan Ketum, Orang Parpol Nolak Dibatasi

Melihat kondisi tersebut, Sudaryono menyebut, Indonesia memiliki peluang untuk mengekspor pupuk ke sejumlah negara mitra, termasuk India. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kebutuhan petani dalam negeri tetap menjadi prioritas utama sebelum kebijakan ekspor dijalankan. 

Parlemen turut menyambut positif capaian ini. Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman menyampaikan, dengan cadangan pangan yang melimpah, Indonesia dipastikan aman menghadapi El Nino. 

“Kita apresiasi capaian stok beras yang tertinggi dalam sejarah. Dengan stok sebesar itu, kita bisa bernapas lega terkait kecukupan pangan,” ujarnya. 

Baca juga : Rupiah Tembus 17.300, Pengusaha Cenat-cenut

Senada, Wakil Ketua Komisi IV DPR Panggah Susanto mengungkapkan, stok beras nasional saat ini mencapai 5 juta ton, meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang berada di angka 4,7 juta ton. Meski demikian, ia mengingatkan, pentingnya menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok dan stabilitas harga di pasar. 

Menurutnya, pengendalian harga pupuk dalam negeri perlu menjadi perhatian sebelum kebijakan ekspor dijalankan. Ia menegaskan, stok yang melimpah harus mampu meredam gejolak harga, sehingga tidak merugikan petani maupun konsumen. 

Apresiasi juga datang dari pengamat pertanian Khudori. Ia menilai, capaian ini sebagai kabar menggembirakan bagi ketahanan pangan nasional. “Tentu ini adalah pencapaian yang perlu diapresiasi,” ujarnya. 

Baca juga : Jemaah Haji Diingatkan Selalu Bawa Kartu Nusuk

Meski demikian, Khudori mengingatkan, stok yang melimpah harus diimbangi dengan sistem distribusi yang cepat dan tepat. Tanpa penyaluran yang baik, kelebihan stok justru berpotensi menimbulkan kerusakan pada komoditas. 

“Ibarat makhluk hidup, pada titik tertentu bukan hanya mules dan sakit perut, tapi bisa kolaps jika terus disuruh menyerap tanpa penyaluran,” ungkapnya. 

Ia berharap, ketersediaan stok yang melimpah ini benar-benar berdampak pada stabilitas harga di pasar, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat secara langsung. “Bagi masyarakat, yang penting harga barang murah, bukan seberapa besar stoknya,” pungkasnya. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.