Dark/Light Mode

Genjot PSR, Agrinas Palma Bantu Petani Sawit Tingkatkan Produksi

Senin, 27 April 2026 18:51 WIB
Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara, Seger Budiharjo (tengah) sedang diwawancarai sejumlah wartawan sesuai acara Forum Diskusi Terbatas (FDT) di Menara Agrinas Palma, Jakarta, Senin (27/4/2026). (Foto: Ist)
Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara, Seger Budiharjo (tengah) sedang diwawancarai sejumlah wartawan sesuai acara Forum Diskusi Terbatas (FDT) di Menara Agrinas Palma, Jakarta, Senin (27/4/2026). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri kelapa sawit Indonesia yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam meningkatkan produktivitas perkebunan sawit rakyat. Saat ini, luas perkebunan sawit rakyat mencapai hampir 7 juta hektare atau sekitar 42 persen dari total luas perkebunan sawit nasional.

PT Agrinas Palma Nusantara sebagai BUMN di sektor perkebunan kelapa sawit menjalankan berbagai program untuk memfasilitasi dan mendorong peningkatan produktivitas tersebut.

“Kelapa sawit adalah komoditas strategis unggulan yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan pengembangan hilirisasi industri,” kata Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara (APN), Seger Budiardjo, dalam Forum Diskusi Terbatas (FDT) di Menara Agrinas Palma, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Salah satu dukungan yang diberikan adalah pendampingan kepada kelompok tani atau koperasi dalam pelaksanaan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), yang dinilai menjadi kunci peningkatan produktivitas ke depan.

Baca juga : Datangi KPK, Gubernur Lemhannas Antar Peserta Ikuti Pendidikan Antikorupsi

Saat ini, produktivitas sawit nasional masih relatif rendah, salah satunya akibat minimnya realisasi PSR. Kondisi perkebunan rakyat didominasi tanaman tua, sehingga tanpa percepatan PSR, peningkatan produktivitas akan sulit dicapai.

“Luas tanaman tua yang berumur lebih dari 25 tahun mencapai sekitar 40 persen atau 2,8 juta hektare, yang melibatkan 1,1 juta kepala keluarga,” ujar Seger.

Dari sisi produktivitas, sawit rakyat rata-rata hanya menghasilkan 2,6 ton per hektare per tahun, lebih rendah dibandingkan perkebunan swasta sebesar 3,4 ton dan PTPN yang mencapai 4,8 ton.

“Rendahnya produktivitas ini juga disebabkan realisasi PSR yang masih sangat rendah, dalam tiga tahun terakhir hanya sekitar 20 ribu hektare per tahun. Karena itu, diperlukan strategi percepatan PSR,” katanya.

Baca juga : Pasar Modal Rentan Fraud, KPK Ajak Dunia Usaha Bangun Sistem Antikorupsi

Seger memaparkan tiga strategi utama percepatan PSR, yakni penerapan single management system, simplifikasi regulasi, dan pendampingan end-to-end bagi petani.

Melalui sistem manajemen terpadu, pelaksanaan PSR diharapkan lebih efektif dan efisien. Selain itu, Agrinas Palma juga mendorong penyederhanaan regulasi melalui koordinasi aktif dengan kementerian dan lembaga terkait.

Sementara itu, pendampingan end-to-end mencakup pemenuhan administrasi, fasilitasi akses pembiayaan, hingga dukungan operasional di lapangan.

Forum diskusi bertema “Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat sebagai Langkah Membawa Petani ke Era Industri” tersebut turut menghadirkan perwakilan kementerian, lembaga, serta pakar agribisnis.

Baca juga : Geopolitik Memanas, Lembaga Intelijen Diminta Sinergi Hadapi Ancaman Asimetris

Hadir antara lain perwakilan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian ATR/BPN, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), serta pengurus Rumah Sawit Indonesia (RSI).

Pertemuan ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya empat lembaga negara yang terkait langsung dengan program PSR hadir dalam satu forum.

“RSI sangat mengapresiasi ini karena menjadi momentum percepatan program PSR,” ujar Kacuk Sumarto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.