Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Danantara Katalis Transformasi Ekonomi
Presiden: Hilirisasi Jalan Menuju Kebangkitan Bangsa
Kamis, 30 April 2026 08:00 WIB
Sebelumnya
Prabowo optimistis Indonesia mampu menjadi negara maju dan kuat. Dengan pengelolaan yang tepat, akan tercapai kemakmuran dan mendapatkan penghormatan dari negara lain.
Presiden mengajak seluruh elemen bangsa kompak dan menjaga persatuan. Perbedaan harus dipandang sebagai kekayaan, bukan pemisah. Ia juga mengingatkan pentingnya saling mengoreksi dan memperbaiki kekurangan. Perdamaian sangatlah berharga dan harus dijaga bersama.
Menutup sambutannya, Prabowo secara resmi meluncurkan groundbreaking proyek hilirisasi. “Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini saya meluncurkan groundbreaking hilirisasi tahap 2,” ujarnya.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan, hilirisasi adalah motor penggerak ekonomi nasional.
“Hilirisasi adalah salah satu mesin kemakmuran Indonesia ke depan,” kata Rosan.
Baca juga : Target Presiden: 2029, RI Swasembada Energi
Proyek fase 2, adalah kelanjutan program hilirisasi nasional yang dimulai Februari 2026 di 11 lokasi. Pemerintah akan menyiapkan tahap berikutnya hingga total mencapai sekitar 30 proyek hilirisasi.
Menurut Rosan, hilirisasi diarahkan untuk menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam, memperkuat struktur industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Dari sisi investasi, proyek yang berjalan diperkirakan bernilai 26 miliar dolar AS.
Dari 13 proyek tersebut, lima sektor energi, antara lain pembangunan kilang gasoline di Cilacap dan Dumai, yang diproyeksikan mampu mengurangi impor BBM hingga 1,25 miliar dolar AS per tahun.
Pemerintah juga membangun fasilitas penyimpanan BBM di sejumlah wilayah termasuk Papua, untuk memperkuat distribusi energi kawasan timur Indonesia.
Baca juga : Gerakkan Ekonomi, Anggaran MBG 249 T Mengalir Ke Daerah
Di sektor industri, proyek mencakup pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi LPG impor, manufaktur stainless steel berbasis nikel, produksi slab baja karbon, pengembangan aspal Buton, hingga hilirisasi tembaga dan emas.
Sementara di sektor pertanian, hilirisasi menyasar pengolahan minyak sawit menjadi produk turunan dan biodiesel, serta pengembangan komoditas kelapa dan pala.
Rosan menegaskan, Danantara tidak hanya berperan sebagai pengelola ase tapi juga bertindak sebagai katalis transformasi ekonomi nasional. “Kami ingin memastikan investasi ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Keberhasilan hilirisasi membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan. Kehadiran Presiden dalam kegiatan tersebut menjadi dorongan kuat agar seluruh proyek dapat diselesaikan tepat waktu.
Rosan optimistis, program ini menjadi titik awal lompatan besar Indonesia.
Baca juga : AS Buka Blokade Laut, Iran Buka Selat Hormuz
“Indonesia tidak hanya kaya sumber daya alam. Kita harus berdaulat dalam pengolahan, unggul dalam produksi, dan sejahtera dalam hasilnya,” pungkasnya.
Menurut COO Danantara Dony Oskaria, groundbreaking 13 proyek hilirisasi ini menegaskan komitmen Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri, dan mengurangi ketergantungan pada investasi asing serta impor, terutama dalam pengelolaan SDA.
“Tujuannya memaksimalkan nilai tambah sumber daya yang dimiliki Indonesia, bukan sekadar menjual bahan mentah,” tegasnya.
Pendanaan untuk proyek-proyek revitalisasi tersebut berasal dari kombinasi berbagai sumber. Termasuk project financing dan ekuitas dari BUMN yang terlibat. Kajiannya dilakukan detail dan mendalam untuk memastikan setiap proyek memberikan nilai tambah maksimal bagi bangsa Indonesia, baik dari segi keuntungan ekonomi maupun dampak sosial.
"Jadi tidak asal-asalan. Makanya bertahap. Berapa proyek yang selesai, bagaimana feasibility study-nya diuji. Kita lihat benchmark-nya," ucap Kepala BP BUMN itu. [BCG/DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya