Dark/Light Mode

Berhasil Jaga Fundamental Bisnis

Top, BRI Kantongi Laba Bersih Rp 15,5 Triliun

Sabtu, 2 Mei 2026 06:35 WIB
Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi (tengah) berfoto bersama Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu (kedua kanan), Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto (kiri), Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi (kanan) dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti (kedua kiri) usai menyampaikan paparan kinerja Triwulan I-2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (30/4/2026). (Foto: Dok. BRI)
Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi (tengah) berfoto bersama Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu (kedua kanan), Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto (kiri), Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi (kanan) dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti (kedua kiri) usai menyampaikan paparan kinerja Triwulan I-2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (30/4/2026). (Foto: Dok. BRI)

 Sebelumnya 
Loan at Risk (LAR) menurun dari 11,1 persen pada triwulan I-2025 menjadi 9,7 persen pada triwulan I-2026. Di saat yang sama, strategi penguatan CASA turut mendorong efisiensi biaya dana, tercermin dari penurunan Cost of Fund (CoF) dari 3 persen menjadi 2,3 persen. 

Dikatakan Hery, capaian positif di berbagai aspek tersebut pada akhirnya mendorong peningkatan profitabilitas. Return on Assets (ROA) meningkat menjadi 2,8 persen. Sementara Return on Equity (ROE) naik dari 17,1 persen pada triwulan I 2025 menjadi 18,4 persen pada triwulan I 2026. 

“Ke depan, BRI akan terus memperkuat komitmennya sebagai bank yang berfokus pada DNA (Deoxyribonucleic Acid atau cetak biru) ekonomi kerakyatan, dengan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) sebagai pusat pertumbuhan,” kata Hery. 

Baca juga : Menhan AS Dicecar Senat, Ruang Capitol Hill Tegang

Penguatan ekosistem UMKM dilakukan secara end-to-end, mulai dari pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan pasar dan ekosistem digital, untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. 

Pihaknya meyakini, bahwa pertumbuhan harus diikuti dengan dampak yang nyata. Karena itu, transformasi BRIvolution Reignite diarahkan untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan. 

“Yang tidak hanya bagi perusahaan dan pemegang saham, tetapi juga bagi masyarakat luas,” ucapnya. 

Ekonomi Berkelanjutan 

Baca juga : Cegah BUMD Rugi, HET Beras Perlu Dievaluasi

Di kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu menyampaikan, BRI secara aktif berkomitmen menjadi mitra Pemerintah dalam mendorong pembangunan dan inklusi ekonomi berkelanjutan. 

“BRI menyalurkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) senilai Rp 47,09 triliun kepada 947 ribu nasabah. Ini hanya untuk periode Januari sampai dengan Maret 2026,” terang Viviana. 

Viviana mengatakan, sektor pertanian paling mendominasi dengan pangsa 42 persen dari total KUR yang disalurkan BRI. Jumlah KUR untuk sektor pertanian sendiri sebesar Rp 19,8 triliun pada triwulan I-2026. 

Baca juga : Jeni Rahmadial Fitri Nyamar Jadi Dokter, Gelar Finalis Putri Indonesia Dicopot

Selain KUR, BRI berpartisipasi dalam mendukung program 3 juta rumah dengan menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi sebesar Rp 17,13 triliun kepada lebih dari 125 ribu debitur hingga akhir Maret 2026. 

“Selain KUR dan KPR subsidi atau FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), BRI juga terus memperkuat perannya dalam mendukung berbagai program pemerintah lainnya,” jelas Viviana. 

Seperti dukungan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, serta menyalurkan berbagai bantuan sosial non tunai seperti Program Keluarga Harapan (PKH), sembako stimulus, serta Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra). [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.