Dark/Light Mode

Program CEC Genjot Produktivitas Jagung Dan Cetak Petani Unggulan

Senin, 4 Mei 2026 10:01 WIB
CEO PT Sumber Energi Pangan Johannes Soelistyo  memberikan keterangan mengenai pelatihan petani dalam program Corn Edu Center (CEC) guna meningkatkan produktivitas jagung nasional. (Dok. SEP)
CEO PT Sumber Energi Pangan Johannes Soelistyo memberikan keterangan mengenai pelatihan petani dalam program Corn Edu Center (CEC) guna meningkatkan produktivitas jagung nasional. (Dok. SEP)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Sumber Energi Pangan (SEP), anak usaha Triputra Group, terus memperkuat produktivitas jagung nasional melalui pengembangan program Corn Edu Center (CEC). Program edukasi pertanian berbasis pendampingan intensif tersebut dinilai berhasil meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat kapasitas petani di sejumlah daerah.

CEO SEP Johannes Soelistyo mengatakan, sepanjang Januari hingga April 2026 program CEC menunjukkan capaian signifikan melalui pelatihan agronomi, pengenalan teknologi pertanian, hingga penerapan praktik pertanian berkelanjutan.

“Rangkaian kegiatan ini melibatkan ratusan petani, pemerintah daerah, serta mitra swasta,” ujar Johannes dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, salah satu capaian terlihat di CEC Manggarai, Nusa Tenggara Timur, melalui pelatihan product knowledge, agronomi, hingga teknik panen yang digelar pada 13–17 April 2026. Berdasarkan hasil panen raya perseroan, produktivitas jagung mencapai 17.600 kilogram per hektare untuk panen tongkol, 14.700 kilogram per hektare untuk pipil basah dengan kadar air 28 persen, serta 12.200 kilogram per hektare untuk pipil kering berkadar air 14 persen.

Baca juga : Genjot PSR, Agrinas Palma Bantu Petani Sawit Tingkatkan Produksi

“Ke depan, program ini akan diperluas melalui pengembangan lahan demonstration plot hingga 1.500 hektare di Manggarai,” kata Johannes.

Sementara itu, implementasi program CEC di Sumba Barat Daya sepanjang Maret 2026 juga menunjukkan perkembangan positif. Pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) dan pembentukan New Farmer Champions (N-FC) diikuti 165 peserta dengan hasil panen demoplot mencapai 7,5 ton per hektare dalam kondisi kering.

“Program ini juga melahirkan 50 petani unggulan baru yang diharapkan menjadi agen perubahan di tingkat lokal,” ujarnya.

Johannes menuturkan, saat ini kapasitas produksi jagung SEP mencapai sekitar 500.000 ton per tahun. Sebagian besar hasil produksi disalurkan ke industri pakan ternak, di antaranya PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Baca juga : Program Revitalisasi Sekolah Jadikan SMAN 1 Jepon Kembali Nyaman Untuk Belajar

Untuk memperkuat produktivitas jagung nasional, perseroan mengembangkan CEC sebagai pusat pelatihan sekaligus model pertanian terintegrasi berbasis klaster. Melalui program tersebut, petani memperoleh akses terhadap benih dan pupuk, pendampingan budidaya, pembiayaan berbunga rendah, hingga jaminan penyerapan hasil panen.

“CEC dirancang untuk mendorong transformasi pertanian jagung melalui pendekatan ekosistem terintegrasi, mulai dari penyediaan input, pendanaan, hingga jaminan penyerapan hasil panen,” paparnya.

SEP juga mengembangkan inclusive closed loop system yang melibatkan petani, pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keuangan. Skema tersebut turut dilengkapi asuransi pertanian dan kepastian pasar guna menjaga keberlanjutan usaha tani.

Melalui pengembangan CEC, perusahaan menargetkan peningkatan produktivitas petani dari rata-rata 2–3 ton per hektare menjadi 4–4,5 ton per hektare pada tahap awal, hingga mencapai 8–10 ton per hektare dalam jangka panjang. Selain itu, program ini ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas hingga 25 persen dan menjangkau sekitar 20.000 petani melalui pelatihan bagi 2.000 petani di 10 pusat edukasi.

Baca juga : Gempa Sulut & Malut, Prabowo: Prioritaskan Layanan Cepat dan Penyelamatan Warga

Sebagai bagian dari ekspansi program, SEP berencana menambah 12 unit CEC baru sepanjang 2026 dari posisi saat ini sekitar lima unit pusat edukasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.