Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
GBK Raup Pendapatan Rp 812 Miliar, Penataan Eks Hotel Sultan Dikebut
Selasa, 12 Mei 2026 17:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) mencatat pendapatan tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan kawasan tersebut. Pada 2025, pendapatan GBK mencapai Rp 812 miliar berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit.
Capaian itu melampaui pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 566 miliar. Kinerja positif tersebut juga dinilai memperkuat langkah optimalisasi aset negara, termasuk penataan Blok 15 atau eks Hotel Sultan.
Direktur Keuangan PPKGBK Hendry Arisandi mengatakan, pendapatan GBK terus meningkat signifikan sejak masa pascapandemi Covid-19.
Baca juga : KPK Perpanjang Lagi Penahanan Eks Menag Yaqut di Kasus Kuota Haji
“Pada 2022, pendapatan GBK tercatat sebesar Rp 255 miliar. Artinya, pendapatan 2025 meningkat hampir empat kali lipat dalam kurun tiga tahun,” ujar Hendry dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
Menurut dia, peningkatan pendapatan ditopang pemanfaatan kawasan GBK untuk berbagai kegiatan olahraga, budaya, MICE, rekreasi, komersial, hingga agenda publik berskala nasional dan internasional sepanjang 2025.
Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi A Kusumo mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran, dukungan pemerintah, mitra, pengguna kawasan, dan masyarakat.
Baca juga : Noel Ngaku Terima Motor Ducati, Tapi Bantah Minta ke Sultan Kemnaker
“Alhamdulillah, pendapatan GBK pada 2025 mencapai Rp 812 miliar berdasarkan laporan keuangan audited. Capaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga amanah pengelolaan kawasan GBK secara profesional, tertib, dan memberi manfaat nyata bagi negara serta publik,” ujar Rakhmadi.
PPKGBK berharap capaian itu dapat semakin diperkuat melalui penataan dan optimalisasi Blok 15 eks Hotel Sultan. Kawasan tersebut dipandang menjadi bagian penting dalam agenda optimalisasi aset negara di kawasan GBK.
Penataan itu diharapkan memperkuat fungsi GBK sebagai pusat olahraga, ruang publik, kegiatan nasional, MICE, rekreasi, hingga aktivitas ekonomi yang sehat dan terukur.
Baca juga : KPK Pastikan Penyidikan dan Penyitaan Kasus Dugaan Suap PN Depok Sesuai Hukum
Dalam prosesnya, PPKGBK terus berkoordinasi dengan Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, Kepolisian, TNI, dan berbagai pihak terkait lainnya.
Koordinasi dilakukan agar seluruh proses penataan Blok 15 berjalan tertib, aman, terukur, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
GBK sendiri merupakan kompleks olahraga terbesar di Indonesia yang berada di pusat Jakarta. Kawasan itu terus dikembangkan menjadi area olahraga terintegrasi yang modern, ramah lingkungan, dan mendunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya