Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu pagi dibuka menguat tipis sebesar 0,08 persen ke level Rp 17.515 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp 17.529 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS terpantau bervariasi. Won Korea Selatan melemah 0,17 persen, dolar Taiwan turun 0,13 persen, sementara baht Thailand menguat 0,22 persen. Ringgit Malaysia naik 0,13 persen, yuan China menguat 0,03 persen, dan dolar Hong Kong naik tipis 0,004 persen.
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap mata uang utama lainnya tercatat menguat 0,01 persen ke level 98,18.
Baca juga : Rupiah Anjlok Ke 17.500 Per Dolar, Purbaya Segera Bantu BI Stabilkan Rupiah
Rupiah juga menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Terhadap poundsterling Inggris, rupiah naik 0,10 persen ke level Rp 23.741, terhadap euro menguat 0,12 persen ke Rp 20.547, dan terhadap dolar Australia naik 0,14 persen ke level Rp 12.700.
Analis pasar uang Lukman Leong menilai penguatan tipis rupiah pada pagi ini lebih dipengaruhi intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valuta asing.
“Karena intervensi BI. Nilai tukar rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan,” ujar Lukman, Rabu (13/5/2026).
Baca juga : Rupiah Tembus Rp 17.500, Ekonom: Dipicu Konflik Di Selat Hormuz
Menurut dia, sentimen lain yang membebani rupiah berasal dari hasil rebalancing indeks MSCI Mei 2026, di mana jumlah perusahaan yang dikeluarkan dari indeks lebih banyak dibandingkan perkiraan pelaku pasar dan otoritas.
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dunia juga diperkirakan memberi tekanan tambahan terhadap pergerakan rupiah. “Harga minyak mentah dunia yang masih terus naik juga diprediksi ikut membebani rupiah,” katanya.
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 17.450 hingga Rp 17.600 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya