Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jumlah Nasabah Tabungan Haji Melonjak
BSI Kuartal I Kantongi Laba Bersih 2,2 Triliun
Jumat, 15 Mei 2026 06:30 WIB
Sebelumnya
Peningkatan DPK mendorong total aset BSI per posisi Maret 2026 naik menjadi Rp 460,1 triliun. Angka ini mengantarkan BSI naik peringkat ke jajaran Top 5 Bank di Indonesia, setelah resmi masuk sebagai bank Persero pada 23 Januari 2026.
“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bank syariah saat ini memiliki posisi dan kinerja yang sejajar dengan bank besar,” jelasnya.
Layanan haji adalah bagian dari implementasi lisensi BSI sebagai bank syariah. Di samping itu, BSI juga sebagai satu-satunya bank yang memperoleh lisensi emas yang terbukti meningkatkan inklusivitas, ditandai naiknya nasabah non-Muslim menjadi 12 persen.
Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho mengungkapkan, dual licence mendorong pertumbuhan Fee Based Income (FBI) BSI pada kuartal I-2026 ke level Rp 2,09 triliun, naik 22,98 persen yoy.
Baca juga : Menperin: Job Creation Lebih Besar Dibanding PHK
Komposisi FBI terhadap total pendapatan BSI naik menjadi 22,98 persen dengan bisnis emas sebagai kontributor tertinggi 33,69 persen dengan total Rp 705 miliar, tumbuh 125 persen yoy, disusul treasury dengan komposisi 21,67 persen dan E-channel sebesar 17,46 persen.
“Dari bisnis emas, BSI berhasil menumbuhkan pembiayaan gadai emas 58,3 persen (yoy) dan E-mas tumbuh lebih dari 2.700 persen,” jelasnya.
Sebagai informasi, E-mas adalah investasi emas digital berbasi syariah melalui aplikasi Byond by BSI.
Dia melanjutkan, peningkatan dana murah berkontribusi terhadap penurunan biaya dana ke level 2,12 persen dan Cost of Credit (CoC) BSI juga masih terjaga di level 0,73 persen.
Baca juga : Cegah Penyebaran Hantavirus, Warga Diimbau Waspada & Proaktif Tes Kesehatan
“Kondisi tersebut cukup ideal untuk mendorong rasio laba bersih perseroan pada kuartal I-2026 dengan indikasi Return of Assets (ROA) sebesar 2,53 persen dan Return of Equity (ROE) sebesar 19,36 persen,” ujar Ade Cahyo.
Dukung Program Nasional
Direktur Sales and Distribution Anton Sukarna menambahkan, BSI berkontribusi aktif terhadap Astacita Pemerintah.
“BSI mendukung program perekonomian Pemerintah melalui support terhadap MBG (Makan Bergizi Gratis) sebesar Rp 198 miliar kepada 211 dapur MBG,” terang Anton.
Kemudian penyaluran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang masing-masing menjangkau lebih dari 80 ribu koperasi dan 17,732 nasabah penerima KUR.
Baca juga : Chivu Bawa Inter Raih Gelar Ganda, Si Ular Besar Melilit Italia
Dari sisi penyediaan rumah bersubsidi, BSI menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kuartal I-2026 sebanyak 894 nasabah.
“Total pembiayaan rumah bersubsidi mencapai Rp 5,7 triliun,” katanya.
Selain itu, BSI juga berpartisipasi di dalam Pembiayaan Program Perumahan (KPP) untuk UMKM. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya