Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Terima Mikhail Kuritsyn, Bamsoet Dorong Peningkatan Kerja Sama Migas RI-Rusia
Senin, 8 Juni 2026 17:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendorong peningkatan kerja sama strategis di sektor minyak dan gas (migas) antara Indonesia dan Rusia. Hal ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berubah.
Kata Bamsoet, hubungan Indonesia dan Rusia yang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir harus dimanfaatkan untuk membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Mulai dari pasokan minyak mentah, pengembangan kilang, pembangunan fasilitas penyimpanan energi, hingga transfer teknologi dan investasi di sektor hulu maupun hilir migas.
Peningkatan kerja sama menjadi penting karena kebutuhan energi Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan industri dan ekonomi nasional. Data Kementerian ESDM menunjukkan Indonesia masih menghadapi defisit minyak yang cukup besar sehingga impor energi tetap menjadi kebutuhan strategis. Sementara itu, Rusia merupakan salah satu produsen minyak dan gas terbesar di dunia dengan pengalaman panjang dalam pengelolaan energi.
Baca juga : Lantik 3 DPC, Ketum PERADI Dorong Peningkatan Layanan Advokat
“Kerja sama migas Indonesia dan Rusia harus ditempatkan sebagai kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Indonesia membutuhkan investasi, teknologi, dan pasokan energi yang berkelanjutan, sementara Rusia memiliki pengalaman panjang sebagai salah satu produsen energi terbesar dunia. Kerja sama ini akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri dalam negeri,” ujar Bamsoet, saat menerima Ketua Business Council Russia-Indonesia Mikhail Kuritsyn, di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Ketua DPR ke-20 dan Ketua MPR ke-15 ini menjelaskan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaatkan kerja sama migas guna mempercepat modernisasi sektor energi nasional. Selama ini Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan minyak dan LPG dalam negeri.
Dengan menggandeng Rusia melalui skema government-to-government maupun business-to-business, Indonesia dapat memperoleh akses terhadap sumber energi yang lebih beragam sekaligus mengurangi risiko ketergantungan terhadap pasar tertentu. Di saat bersamaan, Rusia juga mendapatkan akses ke salah satu pasar energi terbesar dan paling berkembang di Asia Tenggara.
Baca juga : Pasca-Waisak, Wamen Fajar Dorong Pendidikan Karakter di Sekolah Maitreyawira
“Diversifikasi sumber energi merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Ketika dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi, Indonesia harus memiliki banyak pilihan mitra strategis agar pasokan energi nasional tetap aman dan stabil. Rusia dapat menjadi salah satu pilar penting dalam strategi diversifikasi tersebut,” kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menuturkan, kerja sama migas saat ini tidak lagi sekadar transaksi jual beli minyak mentah. Negara-negara yang berhasil membangun ketahanan energi umumnya mengembangkan kemitraan yang mencakup investasi, teknologi, riset, pengembangan sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur pendukung. Karena itu, Indonesia perlu mendorong kerja sama yang lebih luas dengan perusahaan-perusahaan energi Rusia yang memiliki pengalaman internasional dalam eksplorasi, produksi, pengolahan, dan distribusi energi.
“Indonesia harus mengambil manfaat sebesar-besarnya dari setiap kerja sama internasional. Yang kita kejar bukan sekadar pasokan energi, tetapi juga transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM nasional, serta investasi yang dapat memperkuat daya saing industri energi Indonesia dalam jangka panjang,” pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya