Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Bantah Mundur, Jampidsus Fokus Tuntaskan Kasus Prioritas
- Pramono Siapkan Ring Tinju Untuk Tekan Tawuran di Jakarta
- Pemprov DKI Gelontorkan Rp 300 Miliar Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung
- Serba Hitam, Bupati Sukoharjo yang di-OTT Tiba di Gedung KPK
- Patrick Berg Bersinar Jadi Kunci Sukses Norwegia
Dirilis Setiap Senin Pukul 10.00 WIB
BI Luncurkan Publikasi Kurva Imbal Hasil Transaksi Pasar Uang, Ini Manfaatnya
Senin, 8 Juni 2026 18:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) meluncurkan publikasi kurva imbal hasil transaksi pasar uang melalui website Bank Indonesia https://bi.go.id pada menu Fungsi Utama - Moneter - INDONIA dan Harga Pasar Uang Lainnya, mulai Senin (8/6/2026).
Publikasi ini ditujukan untuk memperkuat efisiensi dan transparansi pembentukan harga di pasar uang domestik. Kurva imbal hasil transaksi pasar uang mencerminkan kondisi harga aktual yang terbentuk di pasar sekunder, sehingga memberikan acuan yang lebih akurat dan berbasis transaksi nyata bagi seluruh pelaku pasar.
Baca juga : BCA Dan Batavia Luncurkan Reksa Dana Pasar Uang USD
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, kurva imbal hasil dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang (RRT) harga dan volume transaksi aktual Repurchase Agreement (Repo) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar sekunder. Data mencakup Repo tenor 1 bulan, serta SRBI tenor 3, 6, dan 12 bulan.
"Publikasi akan dilakukan setiap hari Senin atau hari kerja pertama setiap minggunya pada pukul 10:00 WIB, memuat data harian minggu kerja sebelumnya," kata Ramdan dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).
Baca juga : Transparansi Dan Akurasi Data Bikin Investasi Sehat
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen BI bersama National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR) untuk memperkuat reformasi suku bunga acuan domestik. Serta mendorong terbentuknya pasar keuangan yang modern, transparan, efisien, dan berbasis transaksi.
"Publikasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi pembentukan harga di pasar uang, mendorong likuiditas transaksi pasar sekunder, memperdalam pasar keuangan domestik, serta memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter," pungkas Ramdan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya