Dark/Light Mode

Aturan Ekspor Komoditas Dibahas Di Senayan

Dasco-Bahlil-Dony Tenangkan Pengusaha

Selasa, 9 Juni 2026 08:00 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri), Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (kedua kiri), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kedua kanan), dan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). (Foto: Tedy Kroen/rm.id)
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri), Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (kedua kiri), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kedua kanan), dan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). (Foto: Tedy Kroen/rm.id)

 Sebelumnya 
Kemudian terkait RKAB batu bara, Bahlil mengatakan pemerintah akan menerapkan kebijakan yang lebih fleksibel untuk menyesuaikan kondisi pasar global dan pergerakan harga komoditas. "Artinya kalau harga bagus kita tingkatkan produksi. Kalau harganya mulai mentok kita akan mulai bikin kebijakan agar supply demand bisa dijaga," katanya. 

Terakhir, Bahlil kembali menegaskan tidak ada perubahan regulasi yang akan mengganggu operasional perusahaan tambang yang sudah berjalan. Meski demikian, dalam Undang-Undang Minerba terdapat pemberian prioritas terhadap UMKM dan beberapa sektor tertentu untuk menunjang hilirisasi dan menciptakan nilai tambah. 

"Sehingga tidak ada lagi perdebatan informasi-informasi yang menyesatkan. Kalau ada yang tidak jelas ke saya, jangan tanya ke orang lain yang mungkin informasinya tidak sepaten apa yang saya sampaikan," ujar Bahlil. 

Dony Oskaria memastikan, PT DSI akan menjalankan mandat pengelolaan ekspor SDA secara transparan, akuntabel, dan tidak mengganggu kontrak bisnis yang telah berjalan. Dalam mendukung pengawasan, Danantara tengah mengembangkan sistem digitalisasi yang memungkinkan seluruh transaksi ekspor dipantau secara lebih transparan. 

Baca juga : Harga Turun Saat Dolar Naik, Sawit Dimainkan Kartel

"Masyarakat Indonesia juga nanti tentu dapat mengamati dan mencermati karena memang sudah menjadi komitmen Danantara Indonesia untuk selalu melaksanakan pengelolaan secara transparan dan akuntabel," kata Dony. 

Menurutnya, berdasarkan amanat Peraturan Pemerintah, PT DSI akan bertugas sebagai perantara tunggal ekspor SDA hingga 31 Desember 2026. Fokus utamanya adalah memperbaiki tata kelola ekspor dan mencegah praktik manipulasi transaksi. 

Ia juga menegaskan seluruh kontrak yang telah dimiliki perusahaan tetap berjalan normal. "Selama tidak terjadi under invoicing dan transfer pricing, semuanya berjalan sebagaimana biasanya," ujarnya. 

Sementara itu, Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berada pada jalurnya. Pemerintah, lanjut dia, juga terus mengoordinasikan berbagai aspek teknis terkait sektor energi dan sumber daya mineral, termasuk implementasi tata kelola ekspor SDA yang mulai berlaku sejak 1 Juni 2026. 

Baca juga : Ditegaskan Satgas PKH, Penyitaan 15 Kontainer LTJ Sah Dan Berbasis Bukti

"Kita terus bekerja keras untuk meningkatkan koordinasi dalam rangka menjaga ekonomi kita berjalan seperti yang kita harapkan," kata Prasetyo. 

Diketahui, rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang dipimpin Dasco bukan kali pertama digelar. Sabtu (6/6/2026), Dasco juga memimpin rapat koordinasi yang meliputi unsur Pemerintah dan Bank Indonesia. Rapat dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Gubernur BI Perry Warjiyo. 

Meningkatnya intensitas koordinasi lintas lembaga tersebut dilakukan di tengah tekanan terhadap perekonomian nasional. Nilai tukar rupiah kembali mencatat rekor terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

Pada perdagangan Senin (8/6/2026), rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 18.188 per dolar AS. Posisi itu melemah 0,84 persen dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 18.036 per dolar AS. 

Baca juga : Zulhas Minta Kader PAN Jadi Solusi Masalah Sampah

Pada saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.342 pada perdagangan Senin sore. Indeks saham melemah 252,62 poin atau minus 4,52 persen dari perdagangan sebelumnya. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.