Dark/Light Mode

Kinerja Moncer 2025, Phapros Bagikan Dividen 15 Persen dari Laba

Kamis, 11 Juni 2026 17:58 WIB
Foto: PT Phapros.
Foto: PT Phapros.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Phapros Tbk (PEHA) membagikan dividen tunai sebesar 15 persen dari laba bersih tahun buku 2025 setelah berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun lalu.

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga menyepakati penggunaan sisa laba sebagai dana cadangan untuk belanja modal (capital expenditure/CAPEX) dan pemenuhan aspek kepatuhan perusahaan. 

Direktur Utama PT Phapros Tbk Intan Abdams Katoppo mengatakan, perseroan berhasil mencatat pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang signifikan sepanjang 2025. Menurutnya, capaian tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk memberikan apresiasi kepada para pemegang saham melalui pembagian dividen.

Baca juga : BCA Mulai Bagikan Dividen Interim Termin Pertama Kuartal II-2026

“Phapros berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen. Hal ini mencerminkan kinerja keuangan yang solid dan sehat serta fundamental bisnis yang kuat,” ujar Intan. 

Pada tahun buku 2025, Phapros membukukan laba bersih sebesar Rp27,4 miliar. Capaian tersebut menjadi titik balik setelah pada tahun sebelumnya perseroan masih mencatat kerugian sebesar Rp290,6 miliar. Pertumbuhan laba ditopang oleh peningkatan penjualan serta keberhasilan strategi efisiensi operasional yang dijalankan perusahaan.

Penjualan Phapros sepanjang 2025 mencapai Rp940,88 miliar atau meningkat 26,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan terjadi di seluruh segmen bisnis, dengan penjualan obat bebas (OTC) naik 43,20 persen, obat generik berlogo (OGB) tumbuh 13,95 persen, dan segmen ethical meningkat hingga 55 persen.

Baca juga : Indonesia Open 2026, Ganda Putra Amankan Tempat Di Partai Final

Di sisi efisiensi, perusahaan berhasil menekan biaya pokok penjualan (COGS) sebesar 5,41 persen menjadi Rp448,37 miliar. Beban usaha juga turun 14,64 persen menjadi Rp406,43 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Langkah restrukturisasi biaya tersebut membuat rasio COGS terhadap penjualan turun menjadi 47,65 persen dari sebelumnya 63,65 persen. 

Tak hanya itu, Phapros juga berhasil menurunkan liabilitas menjadi Rp959,70 miliar atau turun 7,45 persen secara tahunan. Sementara ekuitas meningkat 8,74 persen menjadi Rp427,47 miliar. Arus kas operasi tercatat positif sebesar Rp123,76 miliar dengan saldo kas per akhir 2025 mencapai Rp120,98 miliar atau naik 31,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Intan optimistis berbagai pencapaian tersebut menjadi fondasi yang kuat bagi Phapros untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan secara berkelanjutan.

Baca juga : MedcoEnergi Bagikan Dividen Rp 1,57 Triliun, RUPST Ubah Direksi dan Komisaris

“Parameter-parameter positif yang telah diukir sepanjang tahun buku 2025 ini menjadi semangat baru bagi manajemen untuk membuktikan bahwa Phapros dapat terus tumbuh dan memenuhi harapan shareholders secara berkelanjutan,” tutup Intan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.