Dark/Light Mode

Jalankan Kesepakatan Prabowo Dengan PM Australia

Pupuk Indonesia Pasok Urea Ke Negeri Kanguru

Rabu, 24 Juni 2026 06:40 WIB
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi (kedua kiri) saat bertemu dengan perwakilan Australia dalam kegiatan ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia, di Pelabuhan Brisbane, Queensland, Australia, Senin (22/6/2026). (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi (kedua kiri) saat bertemu dengan perwakilan Australia dalam kegiatan ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia, di Pelabuhan Brisbane, Queensland, Australia, Senin (22/6/2026). (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

 Sebelumnya 
“Arahan dari Presiden, pertama penuhi dulu kebutuhan pupuk dalam negeri untuk para petani. Kita memiliki kapasitas yang memang lebih besar dari kebutuhan petani di Indonesia,” katanya. 

Ia menambahkan, kemampuan Indonesia untuk berkontribusi terhadap kebutuhan pupuk kawasan didukung pengelolaan pasokan yang kuat di dalam negeri. 

“Hingga 22 Juni 2026, stok pupuk bersubsidi tercatat mencapai 1,23 juta ton. Sementara realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 4,61 juta ton atau meningkat 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” bebernya. 

Baca juga : Purbaya Sikat Impor Ilegal

Di kesempatan yang sama, Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Vanuatu Siswo Pramono menyatakan, keberhasilan pengiriman urea ke Australia menjadi langkah penting dalam memperkuat kontribusi Indonesia terhadap ketahanan pangan kawasan Indo-Pasifik. 

Terlebih di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang mempengaruhi rantai pasok pupuk global, Indonesia berhasil menunjukkan posisi strategisnya sebagai pemasok pupuk yang andal di kawasan. 

Menurut Siswo, kerja sama ini menjadi simbol eratnya kemitraan ketahanan pangan Indonesia dan Australia. 

Baca juga : APBD-nya Jumbo, Warga DKI Mesti Lebih Sejahtera

“Ketika rantai pasok global menghadapi tantangan, Indonesia dengan kapasitas produksi urea yang besar dapat membantu memenuhi kebutuhan Australia yang mencapai 3,7 juta ton per tahun,” kata Siswo. 

Sementara itu, Chief Digital & Data Officer (First Assistant Secretary) Kementerian Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia Amanda Chalmers mengapresiasi kedatangan urea dari Indonesia ke Australia. 

Menurutnya, realisasi pengiriman tersebut mencerminkan eratnya hubungan dan kemitraan strategis antara kedua negara. Serta persahabatan antara Australia dan Indonesia. 

Baca juga : Afrika Selatan Vs Korea Selatan, Pengalaman Vs Kegentingan

“Pasokan pupuk ini memberikan kepastian bagi para petani, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan Australia dan kawasan yang lebih luas,” ucap Chalmers. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.