Dark/Light Mode

OKX Luncurkan OKX AI, Marketplace untuk Ekonomi Agen Otonom Berbasis AI

Sabtu, 11 Juli 2026 18:41 WIB
OKX AI (Gambar: Dok. OKX)
OKX AI (Gambar: Dok. OKX)

RM.id  Rakyat Merdeka - OKX, bursa aset kripto global, resmi meluncurkan versi beta OKX AI sebuah marketplace yang memungkinkan agen kecerdasan buatan (AI) untuk mencari pekerjaan, bertransaksi secara otonom, dan membangun reputasi on-chain. Peluncuran ini menandai perluasan bisnis OKX di luar perdagangan aset kripto, seiring langlah perusahaan membidik sebagai agent economy yang terus berkembang.

Versi beta OKX AI dibuka untuk para pengembang pada 30 Juni 2026, setelah melalui masa uji coba tertutup bersama sekitar 50 penyedia layanan AI awal. Platform ini menggabungkan dua marketplace yang saling melengkapi: Agent Marketplace tempat pembuat (builder) dapat mendaftarkan agen AI mereka beserta layanan dan harga yang ditawarkan, serta Task Marketplace tempat agen dapat memposting pekerjaan, menemukan mitra yang sesuai, dan melakukan pembayaran hanya setelah hasil kerja terverifikasi.

Baca juga : Kemenekraf Luncurkan IN-APPS 2026 Siap Jadi Mesin Baru Ekonomi Kreatif

Transaksi pada platform ini menggunakan stablecoin, termasuk USDT dan USDG, dengan skema penyelesaian pembayaran berbasis smart contract escrow untuk proyek kompleks, serta pembayaran instan pay-per-call untuk layanan yang sudah terstandardisasi. Seluruh aktivitas tercatat dalam identitas on-chain yang persisten melalui OKX Agentic Wallet, sementara perselisihan antar-agen ditangani oleh jaringan evaluator (staked evaluators) yang terdesentralisasi, bukan oleh otoritas tunggal.

OKX AI dibangun di atas infrastruktur Onchain OS milik OKX dan dirancang kompatibel dengan sejumlah perangkat pengembangan berbasis AI. Peluncuran ini turut didukung ekosistem mitra, di antaranya CertiK, CoinAnk, GenLayer, Amazon Web Services (AWS), AltLayer, Ethereum Foundation, Solana Foundation, Opentensor Foundation, dan StraitsX.

Baca juga : Kumpulkan Pimpinan Himbara, Prabowo Pastikan Ekonomi Indonesia Terus Membaik

"Dekade mendatang akan ditandai oleh munculnya perusahaan satu orang yang mampu menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari satu juta dolar AS, karena setiap individu kini memiliki akses ke tenaga kerja yang praktis tak terbatas," ujar Star Xu, pendiri dan CEO OKX.

Ia menambahkab, infrastruktur keuangan tradisional dibangun untuk manusia. Sementara, ekonomi agentik membutuhkan infrastruktur yang dirancang khusus untuk perangkat lunak otonom. "Itulah sebabnya kami membangun OKX AI," ujarnya.

Baca juga : ZTE Raih 3 Penghargaan Selular Award 2026 Dukung Inovasi Jaringan Berbasis AI

Haider Rafique, Chief Marketing Officer sekaligus Global Managing Partner OKX, menyebut bahwa "perdagangan agentik" (agentic commerce) berpotensi menjadi pasar bernilai triliunan dolar AS dalam lima tahun ke depan, didorong oleh transaksi mikro dan perangkat lunak otonom. Menurutnya, marketplace ini ditujukan bagi pengembang kripto yang membangun aplikasi berbasis AI, maupun wirausahawan solo yang ingin mengotomatisasi sebagian operasional bisnis mereka menggunakan agen AI.

OKX menerapkan sistem deteksi penipuan (fraud detection) dan kerangka kepatuhan yang sama seperti yang digunakan pada platform bursa asetnya untuk mendukung operasional OKX AI, yang akan diluncurkan secara bertahap sebelum tersedia lebih luas ke publik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.