Dark/Light Mode

Jasa Raharja & PMI Jajaki Kolaborasi Perkuat Respons Keselamatan Berlalu Lintas

Rabu, 15 Juli 2026 17:36 WIB
Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin (kiri) bersama Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI Fachmi Idris (kanan) membahas rencana kerja sama penguatan sistem respons darurat dan penanganan korban kecelakaan di Jakarta. (Dok. Jasa Raharja)
Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin (kiri) bersama Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI Fachmi Idris (kanan) membahas rencana kerja sama penguatan sistem respons darurat dan penanganan korban kecelakaan di Jakarta. (Dok. Jasa Raharja)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Jasa Raharja dan Palang Merah Indonesia (PMI) menjajaki kerja sama strategis untuk memperkuat keselamatan berlalu lintas serta meningkatkan penanganan korban kecelakaan melalui sistem respons darurat yang lebih terintegrasi. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pertolongan kepada korban sekaligus menekan angka fatalitas kecelakaan di Indonesia.

Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Akhlak Jasa Raharja, Jakarta, Kamis (9/7/2026). Pertemuan dihadiri Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin beserta jajaran direksi, serta Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI Fachmi Idris bersama jajaran.

Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan kolaborasi dengan PMI menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem keselamatan jalan. Menurutnya, peran Jasa Raharja tidak hanya memberikan santunan kepada korban kecelakaan, tetapi juga memastikan korban mendapatkan pertolongan secepat mungkin sejak menit-menit pertama setelah kejadian.

"Hari ini kami berdiskusi banyak mengenai bagaimana kolaborasi antara PMI dan Jasa Raharja dapat segera diwujudkan dalam bentuk program aksi nyata. Ada beberapa hal yang kami sepakati untuk segera ditindaklanjuti," kata Awaluddin dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengalaman Pelanggan Lewat Danantara CX100

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pengembangan sistem penanganan darurat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat. Melalui konsep tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat sebelum korban memperoleh penanganan medis lanjutan.

Selain itu, Jasa Raharja dan PMI juga sepakat memperkuat integrasi sistem kegawatdaruratan, khususnya dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas. Dalam skema tersebut, PMI akan mendukung ekosistem layanan yang telah dibangun Jasa Raharja melalui jaringan relawan, kemampuan evakuasi korban, serta armada ambulans yang tersebar di berbagai daerah.

"Kami juga berdiskusi mengenai pembentukan pilot project di sejumlah daerah yang memiliki tingkat kecelakaan relatif tinggi. Ketersediaan ambulans PMI dan jaringan pelayanan yang dimiliki diharapkan dapat menjadi model integrasi penanganan darurat yang nantinya dapat direplikasi di berbagai wilayah," ujar Awaluddin.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja untuk memperkuat pendekatan menyeluruh dalam keselamatan berlalu lintas, mulai dari upaya pencegahan, penanganan korban, hingga perlindungan pascakecelakaan.

Baca juga : Takeda dan Indonesia Perkuat Ketahanan Kesehatan & Industri Biofarmasi

Sementara itu, Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI Fachmi Idris menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara PMI dan Jasa Raharja akan memperkuat edukasi keselamatan berlalu lintas sekaligus meningkatkan kemampuan respons cepat terhadap korban kecelakaan.

"Kami ingin ada upaya yang lebih masif untuk mengedukasi masyarakat mengenai road safety sehingga potensi terjadinya kecelakaan dapat ditekan. Namun apabila kecelakaan tetap terjadi, korban harus mendapatkan pertolongan pertama secepat mungkin. PMI memiliki kapasitas untuk itu, baik melalui relawan maupun jaringan yang menjangkau hingga tingkat desa," ujar Fachmi.

Ia juga mengapresiasi sistem perlindungan yang selama ini dijalankan Jasa Raharja terhadap korban kecelakaan lalu lintas.

"Kami melihat apa yang telah dilakukan Jasa Raharja ternyata jauh lebih maju daripada yang kami bayangkan. Karena itu, kami semangat dan optimistis kerja sama ini akan memberikan manfaat yang saling menguatkan bagi kedua institusi, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Baca juga : Pelanggaran Lawan Arus Masih Marak, Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

Sebagai tindak lanjut, kedua lembaga kembali menggelar pembahasan di Markas PMI Pusat pada Senin (13/7/2026) untuk mematangkan draf Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Pembahasan difokuskan pada penguatan layanan kegawatdaruratan bagi korban kecelakaan, edukasi keselamatan berlalu lintas dan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan kesiapsiagaan dan aksi kemanusiaan, hingga tata kelola serta perlindungan data.

Inisiatif tersebut juga mendapat dukungan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla. Menurutnya, kolaborasi antara PMI dan Jasa Raharja akan memperkuat layanan kemanusiaan yang lebih cepat, terintegrasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui sinergi ini, Jasa Raharja dan PMI berharap dapat mempercepat respons penanganan korban kecelakaan, memperluas edukasi keselamatan berlalu lintas, serta meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap administrasi kendaraan bermotor. Dengan dukungan jaringan relawan PMI di seluruh Indonesia, kolaborasi kedua lembaga diharapkan mampu menekan angka fatalitas kecelakaan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.