Dark/Light Mode

Gejolak Ekonomi Global Belum Surut, OJK: Sektor Keuangan Masih Tahan Banting

Sabtu, 8 Agustus 2026 06:40 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam pengumuman hasil RDK OJK secara virtual, Kamis (6/8/2026). (Foto: YouTube/OJK)
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam pengumuman hasil RDK OJK secara virtual, Kamis (6/8/2026). (Foto: YouTube/OJK)

 Sebelumnya 
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, intermediasi perbankan terus menguat dengan profil risiko yang tetap terkendali. 

Pertumbuhan kredit pada Juni 2026 mencapai 12,67 persen yoy menjadi Rp 9.081 triliun, meningkat dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 11,51 persen yoy. 

Kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 24,9 persen, diikuti Kredit Modal Kerja 8,94 persen dan Kredit Konsumsi 5,75 persen. 

Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh 20,45 persen yoy. Sedangkan kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali tumbuh positif 1,05 persen yoy. 

Baca juga : Pram Bongkar Penyebab SDN 01 Cipete Mangkrak

Dari sisi kepemilikan, kredit bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meningkat paling tinggi, yakni 16,54 persen yoy. 

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,21 persen yoy menjadi Rp 10.282 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong giro sebesar 9,95 persen, deposito 8,25 persen, dan tabungan 12,16 persen. 

Kualitas aset juga terus membaik. Rasio Non Performing Loan (NPL) gross turun menjadi 2,09 persen, sementara NPL net tetap terjaga di level 0,82 persen. Adapun Loan at Risk (LaR) tercatat 8,47 persen dan Return on Assets (ROA) berada di level 2,47 persen. 

Menurut Dian, permodalan industri perbankan juga tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,70 persen. 

Baca juga : Sepakbola Korsel Sarang Nepotisme

“Ketahanan permodalan perbankan tercatat kuat dengan buffer mitigasi risiko yang memadai,” kata Dian. 

Terpisah, Ekonom Senior sekaligus Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto menilai, likuiditas perbankan dan manajemen risiko masih cukup kuat menghadapi gejolak ekonomi global. 

Namun, Ryan mengingatkan tren penyesuaian suku bunga tetap menjadi tantangan karena berpotensi menekan margin bunga bersih dan kualitas aset. 

Ia juga mendorong perbankan memperkuat pembiayaan kepada sektor UMKM agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga sekaligus meredam risiko perlambatan. 

Baca juga : Susul Jannik Sinner, Zverev Kantongi Tiket ATP Finals

Selain itu, kepastian regulasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pelaku usaha, pasar, dan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.