Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Sukses Gelar LDAD 2026, LIXIL Kumpulan Arsitek Dunia Bahas Masa Depan Arsitektur
Jumat, 14 Agustus 2026 16:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - LIXIL, perusahaan global yang bergerak di bidang solusi air dan hunian berkelanjutan, kembali mempertemukan arsitek dan praktisi desain dari Indonesia dan mancanegara melalui LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Gelaran keempat LDAD tersebut mengusung tema "ARCHIPELAGO DIALOGUES: Architecture as a Space of Co-Creation" dan menjadi ruang dialog bagi pelaku industri untuk mengeksplorasi kolaborasi lintas perspektif dalam membentuk masa depan arsitektur dan kualitas ruang hidup.
Leader LIXIL Water Technology APAC Audrey Yeo mengatakan, LDAD merupakan bagian dari kontribusi perusahaan terhadap komunitas arsitektur dan desain di Indonesia. "Bagi kami, LDAD lebih dari sekadar sebuah acara. LDAD merupakan kontribusi LIXIL bagi komunitas arsitektur dan desain Indonesia, mencerminkan komitmen kami untuk terus tumbuh bersama industri," ujar Audrey dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Audrey mengatakan, antusiasme terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi, terlihat dari jumlah registrasi yang melampaui kapasitas yang tersedia. LDAD 2026 menghadirkan empat sesi diskusi yang mempertemukan perspektif global dan lokal mengenai peran arsitektur dalam merespons perubahan masyarakat, lingkungan, dan perkembangan teknologi.
Baca juga : LIXIL Gelar LDAD 2026, Hadirkan Arsitek Dunia Ke Jakarta
Managing Director Asia Snøhetta Richard Wood pada sesi pertama menyoroti pentingnya pemberdayaan keterampilan dan potensi lokal untuk menghasilkan karya yang memberikan warisan positif bagi masyarakat. Menurut dia, arsitektur tidak hanya berkaitan dengan bangunan, tetapi juga menciptakan ruang bagi kehidupan publik dan hubungan manusia dengan lingkungan.
Richard memperkenalkan konsep "ecotone", yakni ruang pertemuan antara berbagai fenomena berbeda, sebagai pendekatan dalam proses kolaboratif. Dalam konteks arsitektur, konsep tersebut menggambarkan pertemuan karakter manusia, perspektif, dan keahlian yang dapat menghasilkan ruang lebih kaya.
Principal Yolodi+Maria Architects Gregorius Supie pada sesi kedua menekankan pentingnya memahami konteks dalam proses perancangan. Menurut dia, bentuk arsitektur tidak selalu ditentukan sejak awal, tetapi dapat berkembang melalui observasi dan pemahaman terhadap kehidupan di sekitar lokasi.
Gregorius mengatakan, proses desain perlu diawali dengan membaca berbagai aspek, mulai dari kondisi alam, kebutuhan masyarakat, budaya, pemilihan material, hingga karakter iklim setempat. Pendekatan tersebut dinilai dapat menghasilkan desain yang lebih sesuai dengan konteks dan kebutuhan pengguna.
Baca juga : 11 PTS Jabodetabek Perpanjang Kerja Sama Konsorsium Prodi Arsitektur Periode V
Sementara itu, Principal andramatin studio Andra Matin menunjukkan bagaimana tradisi, material lokal, dan prinsip arsitektur tropis dapat diterjemahkan menjadi karya kontemporer. Penggunaan ventilasi alami, naungan, lanskap, serta ruang sosial menjadi bagian dari strategi desain yang responsif terhadap iklim dan kebutuhan pengguna.
Pada sesi keempat, Principal ZHA Patrik Schumacher membahas peran teknologi dalam memperluas kemungkinan desain arsitektur. Teknologi seperti metaverse, virtual reality (VR), dan gaming engines dinilai dapat mendukung proses kolaborasi secara interaktif sejak tahap awal perancangan.
Menurut Schumacher, teknologi tersebut memungkinkan arsitek mengeksplorasi dan menyesuaikan ruang secara virtual sebelum proyek direalisasikan. Pendekatan tersebut juga dapat membantu menghasilkan rancangan yang lebih sesuai kebutuhan sekaligus mengurangi investasi yang tidak diperlukan.
Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia Arfindi Batubara mengatakan, seluruh pembicara membawa perspektif berbeda, tetapi memiliki kesamaan pandangan bahwa arsitektur tidak dibentuk secara tunggal. "Dialog, pemahaman serta kolaborasi merupakan kunci penting dalam membentuk arsitektur yang relevan, solutif, dan berkelanjutan," ujar Arfindi.
Baca juga : LIXIL Kembali Gelar Kompetisi Arsitektur LADC 2026
Rangkaian LDAD 2026 kemudian ditutup dengan penobatan dan apresiasi terhadap karya terbaik dalam LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026. Kompetisi yang diinisiasi LIXIL Water Technology Indonesia bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) tersebut menjadi wadah bagi arsitek profesional dan talenta muda untuk merespons persoalan tata ruang melalui gagasan desain.
Juara I kategori profesional diraih karya LADC_P_130 berjudul "Pagar Laut: Reclaiming Our Coastline" yang dirancang Ar. Iqbal Nurhidayat (IAI), Fahry Triza Nugraha, dan Imam Darmawan Putra. Sementara itu, Juara I kategori mahasiswa diraih karya LADC_M_063 berjudul "ei peowu: Catalyzing Resilience Across Sabu Raijua" yang dirancang Melvino Anindra Bagaswara, S.Ars., Bayu Putra Setiawan, dan Muhammad Fathur Rahman.
Selain forum diskusi dan penghargaan LADC 2026, LDAD 2026 menghadirkan sejumlah aktivitas pendukung, antara lain 10x10 Archinesia, LADC 2026 Exhibition Area yang menampilkan karya terpilih dari kompetisi, serta LIXIL Product Display Area. Arfindi mengatakan seluruh strategi dan inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen LIXIL, "Better Homes for Everyone, Everywhere", untuk menghadirkan ruang hidup yang lebih baik melalui produk, solusi fungsional, dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya