Dark/Light Mode

Berdayakan Perempuan, Kementerian PPPA Apresiasi Program TJSL Pelindo

Selasa, 8 September 2026 15:40 WIB
Kementerian PPPA mengapresiasi program TJSL  Pelindo yang memiliki irisan kuat dengan upaya pemerintah mendorong kemandirian ekonomi perempuan. (Foto: Dok. Pelindo)
Kementerian PPPA mengapresiasi program TJSL Pelindo yang memiliki irisan kuat dengan upaya pemerintah mendorong kemandirian ekonomi perempuan. (Foto: Dok. Pelindo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu kunci memperkuat ekonomi keluarga. Karena itu, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang banyak melibatkan perempuan mendapat apresiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA Amurwani Dwi Lestariningsih, mengatakan program Pelindo memiliki irisan kuat dengan upaya pemerintah mendorong kemandirian ekonomi perempuan.

Terlebih, sekitar 64 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan perempuan.

“Kami melihat ini sebuah kolaborasi yang luar biasa karena Pelindo punya awareness kepada para pelaku UMKM. Bagaimana UMKM ini bisa ditingkatkan, dinaikkelaskan, termasuk memberikan infrastruktur kepada pelaku usaha sehingga mereka bisa meningkatkan produknya,” ujar Amurwani di Jakarta Utara, Selasa (8/9/2026).

Dia menilai pemberdayaan perempuan memberikan dampak berantai bagi keluarga. Ketika perempuan memiliki penghasilan, perhatian terhadap pendidikan dan kebutuhan anak ikut meningkat.

Baca juga : Dukung Hilirisasi Nikel, Pelindo Multi Terminal Optimalkan Layanan Pelabuhan

“Kalau perempuan berdaya, yang dipikir bukan dia sendiri. Dia akan berpikir pada anaknya. Kalau perempuan punya pendapatan, dia akan memikirkan bagaimana membelanjakan pendapatannya itu. Konsumsinya pasti untuk kesejahteraan keluarga, terutama anak, pendidikan anak, dan makanan bergizi anak,” katanya.

Amurwani berharap program pemberdayaan yang dijalankan Pelindo tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi terus berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Diharapkan program ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berkelanjutan, baik bagi penerima manfaat maupun programnya sendiri sehingga kita bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Pelindo Benny Ariyadib mengatakan, TJSL Pelindo dirancang untuk membuka akses dan kesempatan agar masyarakat semakin mandiri.

Ada tiga program yang menjadi perhatian. Yakni penyaluran alat bantu bagi penyandang disabilitas, pelepasan relawan Port Captain Inspirasi 2026 ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta bantuan sarana usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga : Kolaborasi dengan Kemen PPPA, Ipemi Siap Dorong Ketahanan Ekonomi Keluarga

“Program TJSL kami rancang agar menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret. Pada akhirnya, semuanya bermuara pada bagaimana membuka akses dan kesempatan agar masyarakat semakin berdaya,” ujar Benny.

Keterlibatan perempuan terlihat cukup dominan. Dari 20 relawan Port Captain Inspirasi 2026, sebanyak 16 orang merupakan perempuan.

Sementara dari 53 pelaku UMKM penerima bantuan sarana usaha, 41 di antaranya perempuan. Pelindo juga memberikan alat bantu kepada 25 penyandang disabilitas, dengan delapan penerima di antaranya perempuan.

Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo Hendri Ginting menambahkan, perempuan bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga dapat menjadi penggerak perubahan. Menurutnya, kemandirian ekonomi perempuan ikut memperkuat kondisi keluarga.

“Perempuan merupakan pondasi kuat di keluarga. Kalau ibu mempunyai finansial, mempunyai pendapatan, insyaallah keluarga akan lebih terjamin dan lebih tertata. Harapannya, dengan bersinergi dengan Kementerian PPPA, tujuan-tujuan dari Kementerian dan Pelindo semakin mudah tercapai,” kata Hendri.

Baca juga : Gaspol Tekan Emisi, Pelindo Uji Emisi 500 Kendaraan Logistik

Hendri menegaskan, manfaat konektivitas Pelindo ingin diperluas. Bukan hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga membuka akses pendidikan, kesempatan berusaha, dan kemandirian masyarakat.

“Dengan begitu, keberadaan Pelindo dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ucapnya.

Salah satu penerima manfaat, Zahra, penjual Bubur Maniez di Kalibaru, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengaku terbantu dengan gerobak usaha yang diberikan Pelindo.

“Gerobak ini kelihatannya sederhana, tapi buat saya sangat berarti karena ini tempat saya mencari penghasilan setiap hari. Terima kasih Pelindo sudah membantu, mudah-mudahan usaha saya bisa makin ramai,” ujar Zahra. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.