Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Wamenperin Usul Investasi Data Center Tak Menumpuk Di Jabodetabek-Batam
Kamis, 10 September 2026 19:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengusulkan, agar investasi pusat data (data center) di Indonesia tidak terkonsentrasi di kawasan Jabodetabek dan Batam, tetapi diperluas ke berbagai wilayah.
Menurut Faisol, penyebaran investasi data center penting untuk mengoptimalkan potensi kawasan industri sekaligus memperkuat daya dukung industri dalam negeri.
"Kita berpandangan bahwa data center sebaiknya disebar supaya kawasan industri yang lain juga memiliki peran sekaligus daya dukung industri dalam negerinya bisa masuk," kata Faisol di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Ia mengatakan, pemerintah tengah membahas pengembangan data center bersama sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta PT PLN (Persero).
Baca juga : Boy Thohir Terafiliasi Emiten MGLV Di Sektor Data Center Dan AI, Saham Meroket
Faisol menjelaskan, saat ini investor cenderung memilih koridor Jabodetabek dan Batam sebagai lokasi pengembangan data center. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi karena konsentrasi pembangunan akan meningkatkan tekanan terhadap kebutuhan energi dan sumber daya lainnya.
PLN, kata dia, juga mengkhawatirkan beban listrik apabila pembangunan data center terlalu terpusat di wilayah tertentu, khususnya Jawa, Madura, dan Bali (Jamali).
"PLN mengkhawatirkan kalau tersentral begitu nanti dayanya akan berat. Kalau ada masalah di satu tempat akan berakibat di Jamali," ujarnya.
Karena itu, Faisol mengusulkan, alternatif lokasi investasi data center di luar Jabodetabek dan Batam. Sejumlah wilayah yang dapat dikembangkan antara lain Sulawesi, Bali, Sumatera, serta Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Baca juga : Habib Aboe Bersama BKSAP Dalami Posisi Batam Jadi Data Center ASEAN
Ia juga mengusulkan agar Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menyiapkan dan menawarkan paket investasi data center di berbagai daerah. “Jadi misalnya di Sulawesi, di Bali, kemudian di Sumatera di tempat lain selain Batam, di Jawa selain Jabodetabek, entah di Jawa Tengah maupun Jawa Timur," katanya.
Menurut Faisol, paket investasi tersebut dapat disusun secara terpadu bersama kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Keuangan untuk melihat kemungkinan pemberian insentif bagi investor.
Ia menilai koordinasi lintas kementerian dan lembaga diperlukan agar pengembangan industri data center dapat dilakukan secara cepat sekaligus sesuai dengan kebutuhan infrastruktur di masing-masing daerah.
Selain persoalan listrik, pemerintah juga memperhatikan kebutuhan air yang cukup besar untuk sistem pendingin data center. Faisol berharap pengembangan teknologi dapat membantu mengurangi konsumsi listrik dan air sehingga tidak membebani industri maupun masyarakat di sekitar kawasan.
Baca juga : Wamenperin: Produk Specialty RI Harus Makin Dikenal Di Pasar Global
"Air itu untuk cooling system mereka kebutuhannya besar. Ini juga yang sedang kita minta didiskusikan bersama-sama agar kalau ini terkonsentrasi di Bandung atau Cikarang, kasihan industri yang lain dan juga masyarakat," katanya.
Faisol menambahkan, Kementerian ESDM juga mendorong pengelola data center untuk memproduksi sebagian kebutuhan listriknya menggunakan energi terbarukan, antara lain melalui pemanfaatan panel surya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya