Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gelar Apel, Kapolres Bogor Antisipasi Potensi Gesekan Suporter Persija-Persib
- Gempa M5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta, Getaran Terasa Hingga Mentawai
- BNPB Laporkan Karhutla Di 4 Daerah, 7,6 Hektare Lahan Terbakar
- Tutup KPPD IV, Gubernur Lemhannas: Kepala Daerah Perlu Berwawasan Global
- TNI Perkuat Penanganan Karhutla dan Bencana, Tuai Apresiasi di Medsos
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus mempercepat penanganan limbah Polychlorinated Biphenyls (PCBs) untuk mewujudkan target Indonesia bebas PCBs atau Indonesia Zero PCBs pada 2028.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Diaz Hendropriyono, saat mengunjungi fasilitas pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLi), Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Diaz mengapresiasi peran strategis PPLi sebagai salah satu pelopor fasilitas pengolahan limbah B3, termasuk dalam pengelolaan dan dekontaminasi PCBs.
"Kami sebenarnya sangat senang adanya PPLi ini dan tentunya memberikan apresiasi bahwa PPLi bisa menjadi tulang punggung kita semua untuk mencapai target atau komitmen yang sudah Indonesia sampaikan ke dunia. Saya rasa tanpa PPLi, kita tidak bisa mencapai target tersebut," ujar Diaz.
Target Indonesia Zero PCBs 2028 merupakan bagian dari kebijakan nasional sekaligus implementasi komitmen Indonesia dalam Stockholm Convention.
Untuk mengejar target tersebut, KLH/BPLH berkomitmen memperlancar pasokan (feedstock) limbah PCBs sekaligus mendorong penarikan limbah beracun tersebut dari berbagai sektor industri.
Baca juga : Atasi Karhutla Kalimantan, Wamen LH Minta Swasta Bangun Sekat Kanal
Diaz mengimbau perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masih memiliki atau menggunakan peralatan mengandung PCBs, seperti transformator (trafo) listrik, agar segera menyerahkannya kepada fasilitas pengolahan resmi.
"Artinya, semua perusahaan swasta ataupun BUMN yang masih menggunakan PCBs, terutama di trafo misalnya, kalau bisa bagaimanapun caranya itu bisa mengembalikan atau mengirimkan PCBs-nya ke PPLi agar bisa diproses dengan baik," tegas Diaz.
Menurutnya, PPLi telah memiliki teknologi dan fasilitas yang memadai untuk menangani limbah PCBs. Pengolahan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari dehalogenasi, insinerasi, hingga enkapsulasi sebelum ditempatkan di fasilitas landfill.
PPLi Siap Dukung Target 2028
Sementara itu, PPLi menyatakan kesiapan penuh mendukung pemerintah mewujudkan Indonesia bebas PCBs pada 2028.
Direktur Sales dan Customer Service Industrial PPLi, Yurnalisdel, menyambut positif dukungan dan komitmen pemerintah terhadap percepatan penanganan limbah PCBs.
Baca juga : Menteri LH Dorong Ekosistem Pengelolaan Limbah B3 Transparan Dan Berkelanjutan
"Dari kunjungan ini kita berharap inilah bentuk dukungan pemerintah ke kita, karena negara sudah menargetkan Indonesia bebas PCBs di 2028. Hari ini kita mendapat komitmen yang lebih kuat dari pemerintah," ujar Yurnalisdel.
Dia menegaskan, dari sisi industri, PPLi telah memiliki infrastruktur, sumber daya manusia, serta teknologi yang diperlukan untuk mengolah limbah PCBs sesuai standar yang berlaku.
"Kita di sisi industri, dalam hal ini PPLi, sudah sangat siap dari infrastruktur, sumber daya manusia, hingga teknologi untuk melakukan pengelolaan PCBs sebagaimana seharusnya," tegasnya.
Perkuat Kapasitas dan Sinergi Internasional
Selain mempercepat pengumpulan limbah PCBs dari seluruh Indonesia, pemerintah menilai peningkatan kapasitas fasilitas pengolahan juga menjadi penting.
Hal ini agar kapasitas pengolahan dapat mengimbangi pasokan limbah yang masuk. KLH/BPLH siap memberikan dukungan kebijakan, termasuk menerbitkan surat dukungan terkait fasilitas pemusnahan PCBs.
Baca juga : Wamen LH Ajak Negara Asia-Pasifik Perkuat Kolaborasi Hadapi Krisis Iklim
Di sisi lain, Diaz mengungkapkan rencana koordinasi dengan sejumlah lembaga internasional, seperti UN Resident Coordinator dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).
Koordinasi tersebut dilakukan untuk meninjau kembali metodologi penghitungan serta mekanisme target teknis yang telah disepakati secara global.
"Hari ini saya ke sini menegaskan dukungan kami ke PPLi. Jika beberapa hari terakhir fokus kita membasmi api dari gambut dan asap TPA, kali ini kita fokus membasmi PCBs dari seluruh Indonesia," ujar Diaz.
"KLH siap memberikan dukungan penuh bagi industri dan fasilitas pengolahan demi kelestarian lingkungan Indonesia," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya