Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- UGM Pastikan Penanganan Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online Adil & Transparan
- Hati-Hati Penipuan Jalur Masuk UI, Warga Semarang Rugi Rp 380 Juta
- Tiga Singa Terkam Narodak, Harry Kane Ikut Cetak Gol
- Marko Dugandzic Jadi Rekrutan Terakhir Bali United
- Jeda Liga Dimanfaatkan Persebaya Buat Genjot Fisik Pemain
APINDO Perkuat Keterlibatan Dunia Usaha Dalam Proses Aksesi Indonesia Ke OECD
Sabtu, 26 September 2026 10:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mendorong agar proses aksesi Indonesia menuju keanggotaan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menjadi momentum untuk memperkuat daya saing nasional.
Dunia usaha perlu dilibatkan sejak awal agar reformasi yang dilakukan dapat diterapkan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian.
Ketua Komite Multilateral APINDO, Rinawati Prihatiningsih, mengatakan bahwa aksesi OECD bukan sekadar proses teknis untuk menyelaraskan kebijakan dan regulasi Indonesia dengan standar OECD.
Proses tersebut perlu diarahkan untuk memperkuat produktivitas dan daya saing perusahaan, meningkatkan kualitas institusi, serta memperdalam integrasi Indonesia dengan pasar dan rantai nilai global.
Baca juga : Apindo Khawatir Formula Upah Baru Bikin Industri Padat Karya Tutup
“Dari perspektif APINDO, aksesi OECD harus menjadi transisi daya saing yang membantu perusahaan Indonesia menjadi lebih produktif, terpercaya, berkelanjutan, dan semakin terintegrasi dengan pasar serta rantai nilai global,” ujar Rinawati dalam APINDO Strategy Workshop on OECD Accession di Kantor APINDO, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Menurut Rinawati, keberhasilan aksesi tidak hanya ditentukan oleh penyelarasan regulasi, tetapi juga oleh efektivitas implementasi dan kesiapan dunia usaha menghadapi perubahan.
Perusahaan akan merasakan langsung dampak reformasi melalui perizinan, inspeksi, kewajiban pelaporan, administrasi perpajakan dan kepabeanan, hubungan industrial, kebijakan pemerintah daerah, serta interaksi sehari-hari dengan berbagai institusi publik.
Karena itu, reformasi perlu dilaksanakan secara bertahap, konsultatif, dan proporsional. Pemerintah juga perlu memastikan tersedianya panduan yang jelas, koordinasi antarlembaga, konsistensi penerapan antarwilayah, masa transisi yang memadai, serta dukungan praktis bagi kesiapan dunia usaha.
Baca juga : Apindo Ingatkan RUU Ketenagakerjaan Jangan Tekan Daya Saing Industri
“Penyelarasan adalah proses, tetapi implementasi yang efektif merupakan ujian yang sesungguhnya,” tegasnya.
Untuk memperkuat kesiapan perusahaan, APINDO mengusulkan kerangka READY sebagai pendekatan praktis bagi keterlibatan dunia usaha dalam proses aksesi OECD.
READY mencakup lima aspek: yakni Rules, yaitu memahami dan memantau perubahan regulasi serta mengidentifikasi dampaknya terhadap perusahaan. Evidence, yaitu menggunakan bukti, data, dan pengalaman perusahaan untuk mendukung pengambilan keputusan dan advokasi kebijakan.
Adaptation, yaitu melakukan penyesuaian terhadap kebijakan internal, sistem, keterampilan tenaga kerja, dan pengelolaan rantai pasok. Dialogue, yaitu melibatkan pemerintah, pekerja, asosiasi sektoral, dan pemangku kepentingan lainnya sejak awal. Yield, yaitu mengukur hasil reformasi terhadap produktivitas, kepatuhan, pekerjaan berkualitas, investasi, dan peluang pasar.
Baca juga : Belajar Dari Vietnam, Apindo Dorong Digitalisasi Data Ketenagakerjaan
Rinawati menjelaskan bahwa APINDO memiliki tiga peran utama dalam proses tersebut, yakni represent, translate, dan prepare. APINDO merepresentasikan bukti dan perspektif perusahaan dalam dialog kebijakan, menerjemahkan standar OECD menjadi implikasi praktis bagi dunia usaha, serta membantu perusahaan mempersiapkan diri menghadapi perubahan.
“Dunia usaha tidak boleh hanya menjadi pihak yang terdampak oleh reformasi. Dunia usaha harus ikut membentuk, mempersiapkan, dan membantu memastikan reformasi tersebut berhasil,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya