Dark/Light Mode

Melampaui Santunan, Jasa Raharja Bangun Masa Depan Transportasi Yang Lebih Aman

Jumat, 30 Oktober 2026 19:50 WIB
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin mengatakan, transformasi merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem keselamatan transportasi Indonesia. Foto: Jasa Raharja
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin mengatakan, transformasi merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem keselamatan transportasi Indonesia. Foto: Jasa Raharja

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Jasa Raharja (Persero) terus memperluas perannya dalam mendukung keselamatan transportasi nasional. Tidak hanya berfokus pada pemberian santunan kepada korban kecelakaan, perusahaan kini memperkuat peran sebagai protection provider melalui upaya pencegahan kecelakaan dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin mengatakan, transformasi merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem keselamatan transportasi Indonesia.

Melalui tema Beyond Compensation: Membangun Ekosistem Keselamatan Transportasi Indonesia, Jasa Raharja mengusung semangat From Payer to Protector, From Protector to Predictor.

Menurut Awaluddin, perkembangan mobilitas masyarakat dan semakin kompleksnya risiko transportasi menuntut sistem perlindungan yang lebih adaptif.

Baca juga : Kecelakaan Pengemudi Ojek Online, BPJS Ketenagakerjaan Kawal Hak Korban

Karena itu, Jasa Raharja berupaya meningkatkan kontribusi. Tidak hanya setelah kecelakaan terjadi, tetapi juga dalam mengurangi risiko kecelakaan.

“Transformasi dari administrative payer menjadi protection provider bukan berarti Jasa Raharja ingin mengambil alih peran regulator ataupun pemangku kepentingan lain. Kami justru ingin memberikan kontribusi yang lebih besar sesuai dengan mandat dan kapasitas yang kami miliki,” kata Awaluddin dalam pertemuan dengan Forum Wartawan Perhubungan di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Awaluddin menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan santunan tetap menjadi prioritas perusahaan. Namun, pengalaman dan data yang dimiliki Jasa Raharja juga perlu dimanfaatkan untuk memperkuat langkah pencegahan.

“Namun, kami juga ingin melangkah lebih jauh. Ketika data dan pengalaman pelayanan yang kami miliki dapat dimanfaatkan untuk mendukung pencegahan kecelakaan, di situlah Jasa Raharja dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga : Hari Sumpah Pemuda, Dirut Jasa Raharja: Perkuat Integritas Dan Empati

Ia menegaskan, keselamatan transportasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Setiap institusi memiliki fungsi dan kewenangan masing-masing yang harus saling melengkapi.

Dalam ekosistem tersebut, Jasa Raharja memperkuat kontribusi melalui pemanfaatan data kecelakaan, edukasi keselamatan, peningkatan kualitas pelayanan korban, serta dukungan terhadap berbagai program keselamatan transportasi bersama para pemangku kepentingan.

Komitmen itu diwujudkan melalui 6.098 program keselamatan transportasi yang direalisasikan sepanjang Januari-September 2026. Program tersebut mencakup enam pilar intervensi.

Yakni edukasi dan sosialisasi, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, intervensi infrastruktur, inovasi teknologi, penelitian dan evaluasi, serta inovasi program. Berbagai kegiatan tersebut antara lain menyasar 875 titik rawan kecelakaan di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca juga : Jasa Raharja Perkuat Ekosistem Keselamatan Transportasi

Di sisi lain, Jasa Raharja tetap menjalankan mandat utamanya dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan. Sepanjang Januari-September 2026, perusahaan telah memberikan pelayanan kepada 129.443 korban kecelakaan, terdiri dari 20.836 korban meninggal dunia dan 108.607 korban luka-luka.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.