Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Produksi Nikel Matte PT Vale Naik 13,5 Persen pada Kuartal III 2026
Sabtu, 31 Oktober 2026 15:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Vale Indonesia Tbk mencatatkan peningkatan produksi nikel dalam matte pada kuartal III 2026.
Produksi mencapai 18.341 metrik ton, naik 13,5 persen dibandingkan kuartal II 2026 yang sebesar 16.153 metrik ton.
Dalam keterangan resmi yang dirilis Rabu (29/10/2026), PT Vale menyebutkan, capaian tersebut menjadi produksi triwulanan tertinggi sepanjang 2026 setelah perusahaan menyelesaikan kegiatan pemeliharaan besar pada awal tahun.
Peningkatan ketersediaan peralatan dan stabilitas operasional pabrik menjadi faktor pendukung kenaikan produksi.
Secara kumulatif, produksi nikel matte selama Januari-September 2026 mencapai 48.114 ton, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 54.975 ton.
Selain produksi nikel matte, penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Pomalaa turut menopang kinerja perusahaan.
Pada kuartal III 2026, penjualan bijih nikel Blok Bahodopi mencapai 415.000 wet metric ton (wmt).
Baca juga : Merawat Bumi, Mengangkat Ekonomi: Jejak Pemberdayaan PT Vale di Kolaka
Sementara itu, penjualan dari Blok Pomalaa mencapai 1,31 juta wmt. Dengan demikian, total penjualan bijih nikel dari kedua blok tersebut mencapai sekitar 1,73 juta wmt pada kuartal III 2026.
Secara kumulatif, penjualan bijih nikel Blok Bahodopi mencapai 2,37 juta wmt sepanjang Januari-September 2026. Adapun penjualan dari Blok Pomalaa mencapai 1,89 juta wmt.
Pendapatan meningkat
Peningkatan volume pengiriman nikel matte dan penjualan bijih nikel turut mendorong pendapatan PT Vale.
Perseroan membukukan pendapatan sebesar 353 juta dollar AS pada kuartal III 2026, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 290 juta dollar AS.
Secara kumulatif, pendapatan perusahaan mencapai 896 juta dollar AS selama sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 705 juta dollar AS.
Volume pengiriman nikel matte pada kuartal III 2026 mencapai 20.158 ton, meningkat dari 13.932 ton pada kuartal sebelumnya. Namun, harga realisasi rata-rata nikel matte tercatat turun menjadi 14.053 dollar AS per ton dari sebelumnya 14.765 dollar AS per ton.
Dari sisi profitabilitas, PT Vale membukukan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar 101 juta dollar AS pada kuartal III 2026. Secara kumulatif, EBITDA mencapai 297 juta dollar AS, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 166 juta dollar AS.
Baca juga : Dari "Bukan Siapa-Siapa" Menjadi Maestro Organik: Asa Baru Hijau di Tanah Puuroda
Adapun laba bersih perusahaan pada kuartal III 2026 mencapai 43 juta dollar AS. Dengan demikian, laba bersih selama Januari-September 2026 mencapai 147 juta dollar AS, hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 52 juta dollar AS.
Meski demikian, perusahaan masih menghadapi tekanan biaya operasional. Biaya tunai penjualan nikel matte meningkat menjadi 10.404 dollar AS per ton pada kuartal III 2026, dibandingkan 10.005 dollar AS per ton pada kuartal sebelumnya.
Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi peningkatan biaya dan konsumsi energi. Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis marine fuel oil (MFO) meningkat 6 persen, sedangkan konsumsi batubara naik 12 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
PT Vale menyatakan terus melakukan efisiensi penggunaan energi, termasuk batubara, diesel, dan MFO, serta mengendalikan biaya operasional dan beban usaha.
Percepat Proyek Hilirisasi
Di tengah peningkatan kinerja operasional, PT Vale juga melanjutkan pengembangan proyek hilirisasi nikel.
Salah satu perkembangan penting adalah tercapainya penyelesaian mekanis (mechanical completion) pertama untuk lini produksi (Line) 1 dan Line 2 proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) Pomalaa.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pengembangan bisnis hilir perusahaan.
Baca juga : Dari Perut Bumi ke Nilai Tambah: Hilirisasi Nikel dan Asa Ekonomi Hijau Pomalaa
Selama kuartal III 2026, PT Vale merealisasikan belanja modal sekitar 95 juta dollar AS untuk mendukung keberlangsungan operasi dan pengembangan proyek strategis.
Hingga 30 September 2026, kas dan setara kas perusahaan tercatat sebesar 247 juta dollar AS, meningkat dari 111 juta dollar AS pada akhir Juni 2026.
Untuk mendukung kebutuhan belanja modal pemeliharaan dan pertumbuhan jangka panjang, perusahaan juga menarik pinjaman sebesar 175 juta dollar AS dari fasilitas pinjaman yang tersedia selama kuartal III 2026.
Memasuki 2027, PT Vale akan berfokus mengoptimalkan produksi nikel matte, meningkatkan kontribusi penjualan bijih nikel dari wilayah operasional, serta melanjutkan pengembangan proyek hilirisasi strategis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya