Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PHE Produksi 945 Ribu Barel Setara Minyak Per Hari hingga September 2026
Senin, 2 November 2026 08:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream PT Pertamina (Persero), mencatatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 945 ribu barel setara minyak per hari hingga September 2026.
Capaian tersebut merupakan realisasi produksi secara year-to-date (YTD) atau sejak awal tahun hingga September 2026.
Berdasarkan laporan kinerja operasional per September 2026, produksi tersebut terdiri dari minyak sebesar 467 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas sebesar 2.762 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Selain produksi, PHE juga mencatatkan capaian positif dalam kegiatan eksplorasi.
Baca juga : Pertamina Akuisisi 10 Persen Saham Eni di Dua Blok Migas Kaltim
Perseroan berhasil menyelesaikan pemboran 14 sumur eksplorasi, survei seismik dua dimensi (2D) sepanjang 3.320 kilometer (km), serta survei seismik tiga dimensi (3D) seluas 4.197 kilometer persegi (km²).
Dari kegiatan tersebut, PHE menemukan sumber daya kontingen (contingent resources) kategori 2C sebesar 333 juta barel setara minyak (MMBOE), terdiri dari 206 juta barel setara minyak berupa minyak dan 127 juta barel setara minyak berupa gas.
Diolah Rakyat Merdeka
Sementara itu, penambahan cadangan terbukti (P1) mencapai 72 MMBOE. Di sisi lain, kegiatan pengembangan dan pemeliharaan sumur juga terus dilakukan.
Hingga September 2026, PHE telah menyelesaikan pemboran 443 sumur eksploitasi, pekerjaan perawatan sumur (workover) sebanyak 943 sumur, serta 22.585 pekerjaan layanan sumur (well services).
Baca juga : Kepastian Regulasi Jadi Kunci Dongkrak Investasi Hulu
Corporate Secretary Pertamina Hulu Energi Hermansyah Y Nasroen mengatakan, capaian tersebut menunjukkan konsistensi PHE dalam menjalankan strategi menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat ketahanan cadangan melalui kegiatan eksplorasi berkelanjutan.
"Capaian positif hingga September 2026 ini menunjukkan komitmen kuat PHE dalam menjaga ketahanan energi nasional. Kami akan terus mengoptimalkan kegiatan produksi, eksploitasi, serta perawatan sumur untuk memastikan target operasional hingga akhir tahun 2026 dapat tercapai secara maksimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja," ujar Hermansyah dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026)
Ia menambahkan, PHE akan terus mengoptimalkan pengelolaan aset hulu migas melalui percepatan pelaksanaan program pengeboran, penerapan teknologi, serta peningkatan efisiensi operasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan dan negara. PHE juga melanjutkan investasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang berkelanjutan dengan menerapkan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) atau lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Baca juga : Pertamina Hulu Energi ONWJ Tanam 10 Ribu Mangrove di Kepulauan Seribu
Selain itu, perusahaan memperkuat budaya kepatuhan, menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, serta melakukan pencegahan kecurangan (fraud) untuk mewujudkan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya